The Relationship Between Soft Drink Consumption Frequency and Screen Time with Overweight Status
Keywords:
Frequency of consumption, Soft drink, Screen time, OverweightAbstract
Overweight is a condition characterized by excessive body fat due to an imbalance between energy intake and expenditure, influenced by genetic, environmental factors, and low physical activity. This fat accumulation increases the risk of non-communicable diseases such as hypertension, stroke, and cancer. Among adolescents, lifestyle factors like frequent soft drink consumption and high screen time contribute to the rising prevalence of overweight. This study aimed to examine the association between the frequency of soft drink consumption and screen time with overweight status among students at SMP Negeri 1 Abiansemal. The study used an observational design with a cross-sectional approach and involved 89 respondents. Data were collected through anthropometric measurements, interviews using the SQ-FFQ, and a screen time questionnaire. The results showed that 37% of students were classified as overweight, while 62.3% were not. Chi-square analysis revealed a significant association between soft drink consumption frequency and overweight status (p = 0.028), but no significant association was found between screen time and overweight status (p = 0.382). Based on these findings, it is recommended that the school provide education on limiting soft drink consumption and screen time as a preventive measure against overweight among adolescents.
References
Kemenkes RI. (2015). Pedoman Umum Pengendalian Obesitas. In GastronomÃa ecuatoriana y turismo local. (Vol. 1).
UNICEF. (2019). Analisis Lengkap Kelebihan Berat Badan & Obesitas di Indonesia. In 01 Desember 2022
Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. In Kemenkes RI (Vol. 53, Issue 9).
Faisal, E., & Anayanti, R. (2021). Faktor Risiko Konsumsi Soft Drink dengan Kejadian Kegemukan pada Remaja di SMK Kristen Bala Keselamatan Palu. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(1), 25–30
Priyoherianto, A., P, F. A., Suci, P. R., & Puspita, N. A. (2024). Hubungan Konsumsi Minuman Bersoda Dengan Timbulnya Gastritis Pada Remaja Di Dusun Selatan Desa Lemper Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. 2(1).
Yulianti, I., Prameswari, V. E., & Prihartini, S. D. (2022). Pengaruh Screen Time, Ergonomic Position dan Jarak Pandang dengan Media Pembelajaran Daring Terhadap Ketajaman Penglihatan Anak The influence of Screen Time, Ergonomic Position and Visibility with Online Learning Media on Children’s Visual Acuity. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 8(1), 159–165.
Rahayu, E. F., & Rizqi, E. R. (2024). Hubungan Konsumsi Minuman Manis dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian. Jurnal Pahlawan Kesehatan, 1(4), 201–211.
Liwanto, G., & Santoso, A. H. (2021). Hubungan Asupan Gula Dalam Minuman Bersoda Dengan Obesitas Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Jurnal Muara Medika Dan Psikologi Klinis, 1(1), 1.
Maulidiayana, S., & Puspowati, S. D. (2024). Hubungan Konsumsi Sugar Sweetened Beverages dengan Status Gizi Pada Remaja SMP Negeri 1 Surakarta. Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1–13
Emiliana, N., & Setiarini, A. (2024). Hubungan Konsumsi Minuman Berpemanis dengan Kejadian Obesitas pada Anak dan Remaja: A Systematic Literature Review. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(4), 509–517.
Lele, W. T., Kapantow, N. H., & Sanggelorang, Y. (2023). Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Screen Time dengan Status Gizi Putri di SMA Negeri 4 Manado. Indonesian Journal of Public Health and Preventive Medicine, 2(2).
Sari, Y. F., Wahyuningsih, S., & Nofiartika, F. (2023). Durasi Penggunaan Screen Time Tidak Berkaitan Dengan Status Gizi Pada Remaja Di SMA Negeri 1 Ngempalk, Sleman,Daerah Istimewa Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Universitas Respati Yogyakarta, 5(2), 156–162.
Andriani, F. W. (2021). Gaya Hidup Sedentari, Screen Time, dan Pola Makan terhadap Status Gizi Remaja SMAN 1 Bojonegoro. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 1(1), 14–22.
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 I Gusti Made Ari Kartinia Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
