POLA KONSUMSI MAKANAN JAJANAN DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v10i2.1082Abstract
Some nutritional problems are still experienced by school-age children in Indonesia. School snack contribute to the daily energy needs of children, which reached 20% - 31.1%. This study aims to determine the pattern of consumption of snack foods and nutritional status of primary school children. Data collected using 24 hour recall form performed 2 times. Descriptive analysis of frequency distribution tables and interrelationships among variables were analyzed using cross tables. Most of the samples had normal nutritional status (62.5%) and (55.3%). Type of food snack in SD N 17 dangin Puri is in the category less (75.0%), while in SD N 3 Penatih most are in good category (65.8%). Energy consumption in both schools is in good category (57.5%) and (73.7%). Protein consumption in both schools was in good category (62.5%) and (73.7%). After analyzed descriptively obtained result at SD N 17 Dangin Puri that is tendency there is correlation between type of food snack and nutritional status. While in SD N 3 Penatih there is no tendency of linkage between type of food snack and nutritional status. Results in SD N 17 Dangin Puri and SD N 3 Penatih showed that there was a tendency of interrelationship between nutritional value of snack and nutritional status. There are still nutritional problems in both elementary schools, so it is advisable for the school and parents to better control the food intake of children.
Keywords: Pattern of Food Consumption, Nutritional Status, Child in Elementary SchoolReferences
Purwaningrum S, Wardani Y. Hubungan Antara Asupan Makanan Dan Status Kesadaran Gizi Keluarga Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon I, Bantul. 2012;6(3):144–211.
Kristianto Y, Riyadi BD, Mustafa A. Faktor Determinan Pemilihan Makanan Jajanan pada Siswa Sekolah Dasar Determinant Factors in Snack Choice of Elementary School Students. 2013;7(11):489–94.
Turi IAC. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan konsumsi makanan jajanan pada siswa sdn 1 tista kabupaten karangasem tahun 2015. 2015.
RI BKK. RISET KESEHATAN DASAR. Jakarta; 2013.
Cintari L, Padmiari IAE, Utami IGAS. Perbedaan Kejadian Obesitas Pada Anak Sekolah Berdasarkan Jenis Sarapan Dan Faktor Keturunan. J Skala Husada. 2011;8(2):112–8.
Rosa R. Pengetahuan Gizi Dan Keamanan Pangan Jajanan Serta Kebiasaan Jajan Siswa Sekolah Dasar Di Depok Dan Sukabumi. Institut Pertanian Bogor; 2011.
Simanjuntak G, Hartono AS. Konsumsi Makanan Jajanan, Konsumsi Makanan Di Rumah Dan Status Gizi Anak Di SDN 04 Petang Jakarta Timur. 2010;2(1).
Suiraoka IP, Duarsa DPP, Wirawan IDN, Bakta IM. Perception of Parents, Teachers, and Nutritionist on Childhood Obesity and Barriers to Healthy Behavior : A Phenomenological Study. Int J Heal Sci. 2017;1(2):1–11.
Suiraoka IP. Pencegahan dan Pengendalian Obesitas pada Anak Sekolah. J Ilmu Gizi. 2015;6(1):33–42.
Candra AA. Pengaruh Pemberian Makanan Jajanan, Pendidikan Gizi, Dan Suplementasi Besi Terhadap Status Gizi, Pengetahuan Gizi, Dan Status Anemia Pada Siswa Sekolah Dasar. Institut Perrtanian Bogor; 2013.
BPOM RI. Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah Untuk Pencapaian Gizi Seimbang. 2013. 1-27 p.
Wiraningrum EA, Pudjirahaju A, Setyobudi SI. Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Kecukupan Energi Dan Zat Gizi Anak Sekolah Dasar. 2012;1(1):25–33.
Anggraeni A. Hubungan Pola Konsumsi Makanan Jajanan Dengan Status Gizi Dan Kadar Kolesterol Pada Anak Sekolah Dasar Negeri IKIP I Makassar. Universitas Islam Negeri Alaudin; 2014.
Arimurti T. Hubungan Asupan Energi, Karbohidrat, Dan Protein Dari Makanan Jajanan Dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Usia 9-12 Tahun. 2010.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).