Snack Bars Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) Sebagai Snack Untuk Mencegah Stunting
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v14i3.4233Keywords:
Stunting, kacang merah, snack barsAbstract
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Meskipun prevalensinya mengalami penurunan, angka ini masih jauh dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu 14%. Salah satu pendekatan preventif adalah melalui intervensi pangan lokal bergizi tinggi, seperti kacang merah yang kaya protein, zat besi, serat, dan mikronutrien penting lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik mutu subjektif (warna, aroma, rasa, dan tekstur) dan kandungan gizi produk snack bars berbahan dasar tepung kacang merah untuk pencegahan stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan: P1 (100% tepung kacang merah), P2 (75% kacang merah:25% terigu), dan P3 (50% kacang merah:50% terigu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tepung kacang merah sebesar 83,33%, dan rendemen produk snack bars sebesar 78,95%. Perlakuan terbaik dari formulasi tepung kacang merah pada snack bars adalah P2 yang mengandung 75% tepung kacang merah dan 25% tepung terigu dengan nilai gizi per porsi (30 gram) energi sebesar 137,05 kkal, protein 3,90 gram, lemak 5,53 gram, dan karbohidrat 17,18 gram. Hasil ini menunjukkan bahwa snack bars berbasis kacang merah memiliki potensi sebagai camilan bergizi, praktis, serta dapat menjadi strategi efektif dan berkelanjutan dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Indonesia.
References
Walid RAN, Kusmayadi A, Frasiska N, Mardianingrum R. Rendemen dan Skrining Fitokimia Ekstrak Kulit Manggis menggunakan Metode Ekstrasi dan Pelarut Berbeda sebagai Alternatif Suplemen Pakan Unggas. Agrinimal J Ilmu Ternak dan Tanam. 2025;13(April):50–6.
Kementerian Kesehatan RI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta; 2023.
Anam C, Liddini L, Nita SY, Syaharani AA, Afit N. Implementasi Manajemen Sosial dalam Kampanye Gizi : Kacang Merah sebagai Alternatif Nutrisi Pencegah Stunting. 2025;3(1):105–11.
Setiawan DI, Amalia MR, Hadi NS, Eka J, Taidi W. Evaluasi Daya Terima Dan Nilai Gizi Cookies Berbahan Tepung Kacang Merah Dan Buah Naga Untuk Pencegahan Stunting. J SAGO Gizi Dan Kesehat. 2025;6(1):4–59.
Wahidah N, Ismaniya FZ, W DMAP. Edukasi Pemanfaatan Kandungan Protein Ikan Lele sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Desa Garahan. Pandalungan J Pengabdi Kpd Masy. 2025;03(02):317–27.
Kangga FS, Wirawan PE. Modifikasi Produk Butter Cookies Menggunakan Tepung Kacang Merah. J Ilm Pariwisata dan Bisnis. 2023;2(9):2079–85.
Noriyah LU, Puspitaningrum I, Nurhayanti I, Izzalqurny TR. Pemanfaatan Tepung Kacang Merah untuk Kukis dalam Rangka Meningkatkan Ekonomi dan Kesehatan di Era Pandemi. Pros Natl Semin Accounting, Financ Econ. 2022;2(1):248–53.
Fitriana DN, Ekasari A, Fahira L, Afiera E. Pembuatan Snack Bar Tepung Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) Dan Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L) Sebagai Alternatif Camilan Pelancar Asi. J Mitra Kesehat. 2022;5(1):71–7.
Pontang GS, Wening DK. Formulasi Snack Bar Berbahan Dasar Tepung Mocaf Dan Tepung Kacang Merah Sebagai Makanan Selingan Bagi Atlet. J Nutr Coll. 2021;10(3):218–26.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).