Hubungan Tingkat Konsumsi Protein, Zat Besi, dan Vitamin C Terhadap Siklus Menstruasi Remaja di Sai Study Group Denpasar
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v12i3.2129Keywords:
tingkat konsumsi protein, zat besi, dan vitamin C, siklus menstruasi.Abstract
References
Novita, R. Hubungan Status Gizi dengan Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri di SMA Al-Azhar Surabaya. Amerta Nutr. 2, 172 (2018).
Farinendya, A., Muniroh, L. & Buanasita, A. Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Siklus Menstruasi dengan Anemia pada Remaja Putri. Amerta Nutr. 3, 298 (2019).
Hidayah, N., Rahfiludin, M. Z. & Aruben, R. Hubungan Status Gizi, Asupan Zat Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Siklus Menstruasi Remaja Putri Pondok Pesantren Salafiyah Kauman Kabupaten Pemalang Tahun 2016. J. Kesehat. Masy. 4, 537–544 (2016).
Pritasari, Damayanti, D. & Lestari, N. T. Bahan Ajar Gizi Gizi dalam Daur Kehidupan. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017).
Wahyuni, Y. & Dewi, R. Gangguan siklus menstruasi kaitannya dengan asupan zat gizi pada remaja vegetarian. J. Gizi Indones. (The Indones. J. Nutr. 6, 76–81 (2018).
Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. (PT Gramedia Pustaka Utama, 2009).
Arima, L. A. T., Murbawani, E. A. & Wijayanti, H. S. Hubungan Asupan Zat Besi Heme, Zat Besi Non-Heme Dan Fase Menstruasi Dengan Serum Feritin Remaja Putri. J. Nutr. Coll. 8, 87 (2019).
Fernanda, C., Gifari, N., Mulyani, E. Y., Nuzrina, R. & Ronitawati, P. Hubungan Asupan, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Tingkat Stres dan Siklus Menstruasi Atlet Bulutangkis. Sport Nutr. J. 3, 1–14 (2021).
Sukma, I. W. B., Dewantari, N. M. & Kusumajaya, A. A. N. Pola Konsumsi dan Status Anemia pada Vegetarian Vegan. J. Ilmu Gizi 6, 121–127 (2015).
Prayuni, E. D., Imandiri, A. & Adianti, M. Therapy for Irregular Menstruation With Acupunture and Herbal Pegagan (Centella Asiatica (L.)). J. Vocat. Heal. Stud. 2, 86–91 (2018).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
