HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN HEWANI, ZAT BESI DAN ASAM FOLAT DENGAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v8i3.703Abstract
One of the important nutritional problems in Indonesia is iron deficiency anemia which is often suffered mainly by young women. The result of Riskesdas (2013) showed that the prevalence of anemia in Indonesia is 21,7%. The purpose this research is to know the correlation between intake of animal protein, iron and folic acid with hemoglobin levels in young women in SMA Negeri 1 Ubud. This research type is observational with cross sectional design. The target population this research is 365. Samples numbered 76 people taken by multistage random sampling. Data of animal protein, iron, and folic acid collected by interview method using a form food recall 2x24 hour and check the levels of hemoglobin using Hb meter method. Data analysis use Correlation Pearson Product Moment with computerized system. The result of this research showed that the prevalence of anemia in young women in SMA Negeri 1 Ubud is 78,9% with an average hemoglobin levels of 10,8 gr/dl. Over animal protein intake than AKG as much 57 (75,0%) with an average of 34,3 gr. Less iron intake than AKG as much 76 (100,0%) with an average of 6,6 mg. Less folic acid intake than AKG as much 75 (98,7%) with an average of 120,9 mcg. There is significant correlation between the intake of animal protein and iron with hemoglobin levels of young women (p < 0,05). There is no significant correlation between the intake of folic acid with hemoglobin levels of young women (p > 0,05).
Keywords: Animal Protein, Iron, Folic Acid, HemoglobinReferences
Andriani M, Wirjatmadi B. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2014.
Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kemenkes RI; 2014.
Handayani IGD, Suantara IMR, Sugiani PPS. Suplementasi Tablet Tambah Darah Efektif Meningkatkan Kadar Hemoglobin Darah Remaja Putri di Tampaksiring Kabupaten Gianyar. J Ilmu Gizi. 2013;4(2):111–8.
Barasi ME. At a Galance: Ilmu Gizi. Jakarta: Erlangga; 2009.
Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2009.
WHO. Iron Deficiency Anemia Assessment, Prevention, and Control. 2001.
Besuni A, Jafar N, Indriasari R. Hubungan Zat Gizi Pembentuk Sel Darah Merah dengan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di Kabupaten Gowa. MKMI. 2013;1–10.
Herawati N. Mengenal Anemia dan Peranan Erythropoietin. BioTrends. 2009;4:35–9.
Sediaoetama AD. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta: Dian Rakyat; 2000.
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi. No Title. Jakarta: LIPI Press; 2004.
WHO/UNICEF/UNU. Indicator for Assessing Iron Deficiency and Strategis for Its Prevention. 2012.
Gallagher M. The Nutrients and Their Metabolism In: Mahan LK, Escott-Stump S. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. 12th ed. Philadelphia: Saunders; 2008.
Andarina D, Sumarmi S. Hubungan Konsumsi Protein Hewani dan Zat Besi dengan Kadar Hemoglobin pada Balita Usia 13–36 Bulan. Indonesian J Public Heal. 2006;3(1):19–23.
Proverawati A. Anemia dan Anemia Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011.
Kirana DP. Hubungan Asupan Zat Gizi dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA N 2 Semarang. Universitas Diponegoro; 2011.
Soekirman. Ilmu Gizi dan Aplikasinya, Untuk Keluarga dan Masyarakat. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional; 2000.
Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2002.
Hindartin EA. Hubungan Asupan Protein, Vitamin C, dan Asam Folat dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMK Negeri 1 Sukoharjo. Muhammadiyah Surakarta; 2016.
Wolinsky I. Nutritional Assesment of Athletes. New York: CRC Press; 2003.
Carmel R. Modern Nutrition in Health and Disease. 10th ed. Baltimore: Lippincolt Williams and Wilkins; 2006.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).