Efektifitas Penyuluhan Tentang Garam Beryodium Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Konsumsi Garam Beryodium di Desa Perean Kangin Baturiti Kabupaten Tabanan
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v14i3.2107Keywords:
Garam beryodium, Pengetahuan Ibu, Konsumsi Garam Beryodium, PenyuluhanAbstract
Peningkatan pengetahuan dan konsumsi garam beryodium dapat dilakukan dengan penyuluhan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan konsumsi garam beryodium. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre exsperimen dengan rancangan one group pre test post test design yang dilaksanakan di Desa Perean Kangin Baturiti Kabupaten Tabanan. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh populasi ibu hamil trimester I dan trimester II, ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan dengan jumlah total sebanyak 61 orang. Pengumpulan data identitas sampel dengan metode wawancara mengunakan form, data pengetahuan dikumpulkan dengan kuisioner pre-post test dan data konsumsi garam beryodium diperoleh dengan penimbangan. Uji statistik untuk analisis bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan konsumsi garam beryodium sebelum dan sesudah penyuluhan. Pengetahuan sebelum penyuluhan sebesar 76,16 dan sesudah penyuluhan menjadi 85,13. Konsumsi garam beryodium sebelum penyuluhan sebesar 5,72 g/org/hr dan sesudah penyuluhan menjadi 6,04 g/org/hr. Melihat terjadinya peningkatan maka dapat disimpulkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan konsumsi garam beryodium.
References
Agustin, H., Budiman, H., & Faiza, Y. (2015). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gangguan Akibat Kekurangan Iodium di Kecamatan Koto Tangah, Padang. Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), 262–269. https://doi.org/10.25311/keskom.vol2.iss6.86
Irawati,dkk. 2015.Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat konsumsi garam beryodium dan kaitannya dengan gangguan akibat kekurangan yodium ibu hamil di wilayah di Kabupaten Gunung Kidul.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali. 2021. Laporan Profil Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2020. Denpasar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, 2021. Laporan Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Tahun 2020. Tabanan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, 2021. Indikator dan Target Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Tahun 2020. Tabanan.
Nurhayati,dkk. 2019. Penyuluhan Garam Beryodium Terhadap Perubahan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Dalam Penggunaan Garam Beryodium. Jurnal SAGO : Gizi dan Kesehatan 2021, Vol. 2(2) 178-184
Hidayat, Anwar (2013). Penjelasan Uji Normalitas dan Metode Perhitungan ( online ) Tersedia : https://www.statistikian.com/2013/01/uji-normalitas.html Yogjakarta : Kanasius. (31 Januari 2018 )
Wijayanti, Ni Made Heri (2018). Tingkat Pengetahuan, Cara Penyimpanan, Penggunaan Garam Briodium Dan Tingkat Konsumsi Garam Beriodium Di Tingkat Rumah Tangga Desa Beringkit Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan. Politeknik Kesehatan Denpasar.
Ida Ayu Mirah Rasikawati, Ni Putu Sulistyadewi ( 2020 ). Efektifitas Sosialisasi Garam Beryodium Terhadap Penggunaan Garam Beryodium Secara Mandiri Di Wilayah Kerja Puskesmas Baturiti I Kabupaten Tabanan. Jurnal Kesehatan Terpadu, 3(2) : 47 – 52
Bibi Ahmad Chahyanto, D. D. (2017). Penggunaan Garam Beriodium Tingkat Rumah Tangga di Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Media Litbangkes, 125-132.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).