Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v13i2.2791Keywords:
Stunting, Zinc, Calcium, Phosphorus, Immunization StatusAbstract
Stunting is a major nutritional problem of concern in Indonesia. Stunting is defined as a condition in which the nutritional status of a child is based on the height-for-age index (TB/U) with z-score < -2SD. The purpose of this research is to find out relationship between levels of consumption of micronutrients, immunization status and stunting in toddlers aged 12-24 months in Sangkan Gunung Village Sidemen Karangasem Regency. This type of observational research with cross-sectional research design. The research sample consisted of 44 toddlers (12-24 months of age). The type of data used includes primary data, namely stunting status, consumption level of micronutrients (zinc, calcium, phosphorus), immunization status, as well as secondary data, namely the number of children under five and an overview of Sangkan Gunung Village. Sampling using simple random sampling technique. The results of the study found that 18.2% of children under five had stunting nutritional status, with 15.9% having a low consumption of zinc, 18.2% having a low consumption of calcium, 15.9% having a low consumption of phosphorus, and 2.3% having incomplete immunization status. Tthe Pearson Correlation statistical test showed that there was a significant relationship between the consumption level of micronutrients (zinc, calcium, phosphorus) and the stunting status in children under five (p = 0.015, 0.003, 0.004), and there is a non-significant relationship between immunization status and stunting status in toddlers (p = 0,313).
Keywords: Stunting, Zinc, Calcium, Phosphorus, Immunization StatusReferences
K. K. R. Indonesia, “Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022,†2023. [Online]. Available: https://promkes.kemkes.go.id/materi-hasil-survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2022.
Kinanti Rahmadhita, “Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Permasalahan Stunting dan Pencegahannya Pendahuluan,†vol. 11, no. 1, pp. 225–229, 2020, doi: 10.35816/jiskh.v10i2.253.
M. N. Hidayati, R. R. W. Perdani, and N. Karima, “Peran Zink terhadap Pertumbuhan Anak,†Majority, vol. 8, pp. 168–171, 2019, [Online]. Available: https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/2314/2281.
M. Maggio et al., “IGF-1, the cross road of the nutritional, inflammatory and hormonal pathways to frailty,†Nutrients, vol. 5, no. 10, pp. 4184–4205, 2013, doi: 10.3390/nu5104184.
J. Li, J. Yuan, Y. Guo, Q. Sun, and X. Hu, “The influence of dietary calcium and phosphorus imbalance on intestinal NaPi-IIb and calbindin mRNA expression and tibia parameters of broilers,†Asian-Australasian J. Anim. Sci., vol. 25, no. 4, pp. 552–558, 2012, doi: 10.5713/ajas.2011.11266.
M. C. Kaunang, S. Rompas, and Y. Bataha, “HUBUNGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DENGAN PUSKESMASKEMBES KECAMATAN TOMBULU KABUPATEN MINAHASA,†vol. 4, 2016.
R. W. Wati, “Hubungan Riwayat BBLR, Asupan Protein, Klsium, dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita,†vol. 01, no. November, pp. 1–12, 2021.
W. B. Maulidah, N. Rohmawati, and S. Sulistiyani, “Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember,†vol. 02, no. 02, pp. 89–100, 2019.
Y. H. A. Salem et al., “Effect of Nutritional Status on Growth Pattern of Stunted Preschool Children in Egypt,†Acad. J. Nutr., vol. 2, no. 1, pp. 1–09, 2013, doi: 10.5829/idosi.ajn.2013.2.1.7466.
L. Furkon Amalia, “Mengenal Zat Gizi,†in Ilmu Kesehatan Gizi, 2014, pp. 1–53.
D. T. Aiman, N. Rohmawati, and Sulistyani, “Determinan Stunting pada Anak Balita di Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember,†vol. 8, no. 3, pp. 186–199, 2020.
M. E. van Stuijvenberg, J. Nel, S. E. Schoeman, C. J. Lombard, L. M. du Plessis, and M. A. Dhansay, “Low intake of calcium and vitamin D, but not zinc, iron or vitamin A, is associated with stunting in 2- to 5-year-old children,†Nutrition, vol. 31, no. 6, pp. 841–846, Jun. 2015, doi: 10.1016/J.NUT.2014.12.011.
T. Miharti, S. Nugraini, and G. M. Sutejo, Ilmu Gizi 1. Depok: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi, 2013.
E. M. S. M. Juffrie, N. Nurani, and M. N. Sitaresmi, “Asupan protein, kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 24-59 bulan,†vol. 12, no. 4, 2016.
E. Chairunnisa, A. Candra, and B. Panunggal, “Asupan Vitamin D, Kalsium Dan Fosfor Pada Anak Stunting Dan Tidak Stunting Usia 12-24 Bulan Di Kota Semarang,†vol. 7, 2018.
Y. Wira, C. Sy, and E. N. Widiastuti, “Asupan Zat Gizi Mikro Dan Stunting Pada Anak Balita Di Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau,†Kesehatan, vol. 10, 2020.
Kemenkes RI, “LAPORAN KINERJA DITJEN KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2017,†Kementeri. Kesehat., 2017.
A. SUTRIYAWAN, R. D. KURNIAWATI, S. RAHAYU, and J. HABIBI, “Hubungan Status Imunisasi Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Studi Retrospektif,†J. Midwifery, vol. 8, no. 2, pp. 1–9, 2020, doi: 10.37676/jm.v8i2.1197.
R. Mianna and R. Harianti, “Status Imunisasi dan Keragaman Konsumsi Makanan Balita Terhadap Kejadian Stunting,†vol. 6, no. October 2020, 2020, doi: 10.25311/keskom.Vol6.Iss2.552.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan, Buku Ajar Imunisasi. Jakarta, 2014.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).