HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI Fe, VITAMIN C DAN STATUS ANEMIA DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 SUKAWATI
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v7i4.367Abstract
Dysmenorrhea is a physical disorder of abdominal pain before and during the menstrual period, that occurs without the infection signs or pelvic disease. One of the causes of dysmenorrhea is anemia. Anemia occurs because someone has deficiency of iron and intake of vitamin C. The purpose of this research is to knowing the relation between consumption level of Fe, vitamin C and status of anemia with dysmenorrhea incidence of teenage girls in SMA Negeri 1 Sukawati. The type of this research is observasional research with the cross sectional design. This research was conducted on 79 teenage girls in SMA Negeri 1 Sukawati. The variables of this study were collected by 24 hour recall method, measurement of Hb level and by using questionnaires. The result of this research showed there were 78 samples (99%) that had less consumption level of Fe and 65 samples (82%) had less consumption level of vitamin C. 32% samples of this research were anemia and 76% samples were dysmenorrhea. According to the chi square analysis result there wasn’t relation between consumption level of Fe (p = 0,356) and vitamin C with status of anemia (p = 0,479). And there wasn’t relation between status of anemia with the incidence of dysmenorrhea (p = 0,567).
Keywords : Dysmenorrhea, anemia, Fe consumption, vitamin C consumption
References
Arisman, MB. 2009. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Edisi 2. Jakarta : EGC
Rochmadianto, T.N. 2014. Efektivitas Pemberian Tablet Tambah Darah Terhadap Kadar HB Siswi SLTPN 1 Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Guntur. 2004. Vitamin C Sebagai Faktor Domain Untuk Kadar Hemoglobin Pada Wanita Usia 20-35 Tahun. Jurnal Kedokteran Trisakti Vol. 23.
Widyana, A. Panggayuh, dan A.M. Yuwamida 2015, Anemia dan Nyeri Haid, Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), Vol. 1, No. 2 November 2015 : 97-102.
Prawirohardjo, S. 2009. Ilmu Kandungan.Jakarta: Bina Pustaka Sarwono
Proverawati, Misaroh.2009. Menarche: Pertama Penuh Makna. Bandung : Nusa Medika.
Brownlie. T,Utermohlen. V, Hinton. PS and Haas JD. 2004. Tissue iron deficiency without anemia impairs adaptation in endurance capacity after aerobic training, in previously untrained women. Tersedia dalam http://www.coaching-for-health.net/eisenzentrum/studien/aerobic-training.pdf. Diakses tanggal 11 Juli 2018.
Abd. Farid. L. 2016. Hubungan Asupan Protein, Zat Besi, Vitamin C dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di MAN 2 Model Palu. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palu.
Briawan, Dodik. 2013. Anemia : Masalah Gizi pada Remaja Wanita. Jakarta: EGC
Almatsier, Sunita. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia.
Morck. 1983. Inhibition of Food Iron Absorption By Coffee. The American Jornal of Clinical Nutrition. Vol.37. Tersedia dalam http://www.ajcn.org/. diakses tanggal 15 Juli 2018.
Gulit Danan, P.U. 2013. Hubungan Antara Asupan Protein, Vitamin C dan Kebiasaan Minum Teh dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMAN 1 Mojolaban Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.
Anurogo, D dan Wulandari.2011. Cara Jitu Mengatasi Nyeri Menstruasi . Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.
Sari Purnama, D. S. 2010. Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro dan Status Gizi Dengan Kejadian Dysmenorrhea pada Remaja di SMA Negeri 8 Denpasar. Jurusan Gizi. Poltekkes Denpasar
Cholifa dan Handikasari, A.A., 2015. Hubungan Anemia, Status Gizi, Olahraga dan Pengetahuan Dengan Kejadian Dismenore pada Remaja Putri. Tersedia dalam. http://ojs.umsida.ac.id/index.php/midwiferia/article/view/346/297. Diakses tanggal 6 Maret 2017.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).