Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Ibu tentang PMBA Usia 6-24 Bulan di Banjar Beluhu, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v14i2.3561Keywords:
Mothers' Knowledge, Infant And Child FeedingAbstract
Infant and Child Feeding is one of the government's programs aimed at reducing child mortality rates and improving the quality of life for mothers. According to survey data from the Kintamani IV Public Health Center, there is still a prevalence of undernourished toddlers in Banjar Beluhu, Desa Suter, at 32.78%, which is attributed to the lack of maternal knowledge about Infant and Child Feeding. The objective of this study is to determine the effect of health education on maternal knowledge regarding Infant and Child Feeding for children aged 6-24 months in Banjar Beluhu, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. This type of research is experimental with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. A pre-test was administered before the health education session, followed by a post-test. The analysis used was the Paired t-test. Knowledge before the health education showed 17% in the moderate category, while 83% were in the low category. After the health education, 55% were in the good category, and 45% were in the moderate category. The Paired t-test indicated a significant effect on maternal knowledge before and after the health education on infant and child feeding (p < 0.05).
References
Kemenkes RI. (2020). Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak. (PMBA). Jakarta: Kemenkes RI
Rimbawati, Y., & Wulandari, R. (2021). Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Ibu Dalam Pemberian Makanan Pendamping Asi Dengan Status Gizi Bayi 7-12 Bulan. Journal Of Health Science, 1(1), 55-62.
Marmi & Rahardjo. (2018). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak. Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kementerian Kesehatan RI. 2019. Pedoman Pelatihan Konseling Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Jakarta: Kemenkes RI.
Lailiyah, N. M., Ariestiningsih, E. S., & Supriatiningrum, D. N. (2021). Hubungan pengetahuan ibu dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita (2-5 tahun). Ghidza Media Jurnal, 3(1), 226-233.
Notoatmodjo. (2018). Promosi kesehatan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Siswati, T., Utami, S. B., & Jati, A. N. W. (2023). Pengaruh Pengaruh Edukasi Secara Online Offline terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Baduta tentang PMBA. JURNAL NUTRISIA, 25(1), 31-37.
Syabaniah, S., Budiastutik, I., & Trisnawati, E. (2023). Pengaruh Edukasi Pmba Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita Di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Tumiang Kabupaten Bengkayang. Avicenna: Jurnal Ilmiah, 18(3), 419-426.
Yanti, N. D., Betriana, F., & Kartika, I. R. (2020). Faktor Penyebab Stunting Pada Anak: Tinjauan Literatur. REAL in Nursing Journal, 3(1).
Budiastutik, I., & Nugraheni, A. (2018). Determinants of Stunting in Indonesia: A Review Article. International Journal Of Healtcare Research, 1(1), 2620–5580.
Liestyawati, Leylys. (2018). Pengaruh Penyuluhan dengan Media Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Baduta Tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Di Desa Kemusu Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali.
Wulandari, F. C., & Wati, D. A. K. (2020). Faktor-Faktor Pemberian Makanan Bayi Dan Anak Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Jurnal Komunikasi Kesehatan (Edisi 21), 11(02).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).