HUBUNGAN POLA SARAPAN DENGAN STATUS GIZI DAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DI SD NO 1 PEREAN,BATURITI,TABANAN, BALI
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v9i2.813Abstract
Â
Keywords: breakfast, nutritional status, learning achievement
References
Almatsier. (2001). Prinsip dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.
Arifin, L. A. (2015). Hubungan Sarapan Pagi Dengan Konsentrasi Siswa Disekolah.
Arisma. (2004). Gizi Dalam Daur Kehidupan. jakarta.
Darmayanti. (2006). Gizi Seimbang Untuk Anak Usia Sekolah Dasar. Jakarta: gramedia.
Fikawati, S., Syafiq, A., & Vetamala, A. (2017). Gizi Anak dan Remaja. Depok: PT RajaGrafindoPersada.
Indonesia, U. (2009). Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar, (1996), 13–25.
Notoatmojo, S. (2010). promosi kesehatan teori dan aplikasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Supariasa. (2001). Penilaian Status Gizi. Jakarta: gramedia.
Syatyawati, R. (2013). Hubungan Antara Status Gizi Dengan PrestasiI Belajar Anak Sekolah Dasar Di Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kebumen.
Tamsuri, A., & Ajeng, G. (2015). Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Tingkat Konsentrasi Belajar Pada Anak.
Utami, T. N., Darma, S., & Eriska. (2016). Kontribusi Kebiasaan Sarapan Pagi, Status Gizi, Umur dan Peran Fakultas Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa. Yogyakarta: K-Media.
Yuliantini, N. W. (2008). Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa S
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).