Daya Terima PMT Kue Satu Mota Berbasis Tepung Belut dan Tepung Singkong
Keywords:
Kue satu mota, daya terima, PMT, tepung belut, tepung singkongAbstract
Masalah kekurangan energi dan protein pada balita masih menjadi perhatian di Indonesia, sehingga diperlukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat sasaran dan dapat diterima dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima PMT kue satu muta berbasis tepung belut dan tepung singkong. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan tiga formulasi berbeda (F1, F2, dan F3) serta dilakukan uji organoleptik oleh 30 panelis agak terlatih. Parameter yang diuji meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan uji Friedman dan dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F2 paling disukai oleh panelis pada semua parameter, yaitu warna, aroma, rasa, dan tekstur dengan hasil signifikan (p < 0,05). Daya terima tertinggi diperoleh pada F2 dengan kombinasi tepung belut dan tepung singkong yang seimbang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PMT kue satu muta berbasis tepung belut dan tepung singkong formulasi F2 memiliki daya terima terbaik dan berpotensi sebagai alternatif PMT yang diterima baik oleh anak balita
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Nathasa Weisdania Sihite, Serly Marlenda, Sriwiyanti Sriwiyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
