PERBEDAAN STATUS HIPERTENSI BERDASARKAN RASIO ASUPAN KALSIUM, MAGNESIUM, SERTA AKTIVITAS FISIK PADA ORANG DEWASA
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v11i3.1216Abstract
Hypertension is a disorder in the blood vessels that causes the supply of oxygen and nutrients to the body's tissues to be blocked. Low intake of calcium and magnesium and physical activity are factors in hypertension. The purpose of this study was to determine differences in hypertension status based on the ratio of calcium and magnesium intake and physical activity in adults in the work area of Buleleng III Health Center. This type of observational research with cross sectional design. The sample size was 40 people without hypertension and 40 people with hypertension. Using the Mann Whitney Test to analyze differences. The results obtained with hypertension status are 95% calcium intake in the low category, 92.5% consume low magnesium, 75% do not match the calcium: magnesium intake ratio, and 90% are in the low physical activity category. From the Mann Whitney Test obtained differences in hypertension status based on calcium intake (p = 0,000), magnesium (p = 0,000) and physical activity (p = 0,000), while differences in hypertension status based on calcium: magnesium intake ratio obtained p = 0.003 <0.05. The conclusion of this study is that there are differences in hypertension status based on the ratio of calcium and magnesium intake and physical activity in adults in the work area of Buleleng III Health Center.
Keywords: Hypertension Status, Ratio of Calcium and Magnesium Intake, Physical Activity
References
Almatsier,S, 2004. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Almatsier,S, 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
World Health Organization 2013. Laporan kesehatan dunia. Genawa : WHO World Health Organization 2015. Laporan kesehatan dunia. Genawa : WHO
[Riskesdas] Riset Kesehatan dasar, 2013. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI, Jakarta.
[Riskesdas] Riset Kesehatan dasar, 2018. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar Dalam Angka 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI, Jakarta.
Lestari, D, 2010. Hubungan Asupan Kalsium, Magnesium, Dan Natrium, Indeks Massa Tubuh, Serta Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita 30-40 tahun.
Notoatmojo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan Jakarta: Rineka Cipta. Rachmat, M. 2016. Metodelogi Penelitian Gizi & Kesehatan. Jakarta: EGC Sustrani, Lanny.2004. Hipertensi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
IPAQ (2005). Guidelines for Data Processing and Analysis of the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ)- Short and Long Forms. International Physical Activity Questionnaire (IPAQ).
Lestari, D, 2010. Hubungan Asupan Kalsium, Magnesium, Dan Natrium, Indeks Massa Tubuh, Serta Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita 30-40 tahun.
Solehatul Mahmudah, Taufik Maryusman, Firlia Ayu Arini, dan Ibnu Malkan, 2015. Hubungan Gaya Hidup dan Pola Makan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Kelurahan Sawangan Baru. Jurnal Ilmu Gizi, 7 (2): 43-51.
Mafaza, Wirjatmadi, Adriani. 2016. Analisis Hubungan Antara Lingkar Perut, Asupan Lemak, dan Rasio Asupan Kalsium Magnesium dengan Hipertensi. Media Gizi Indonesia, 11 (2) : 127-134. Wahyuni, Widajanti, Pradigdo. 2019. Perbedaan Tingkat Kecukupan Natrium, Kalium, Magnesium, dan Kebiasaan Minum Kopi pada Pralansia Wanita Hipertensi dan Normotensi. Jurnal
Kesehatan Masyarakat. 4 (2) : 58-75.
Ummi Hasanah, 2016. Hubungan Antara Asupan Kalsium dab Magnesium dengan Kejadian Hipertensi Pasien Rawat Jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.
Lidya, H. A. (2009). Studi Prevalensi dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2007.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).