HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN ASUPAN GIZI PMT PENYULUHAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGASEM II
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v11i2.1179Abstract
Nutritional problems are still a health problem especially in toddler groups. Maternal knowledge is one of the factors affecting nutritional status In addition to the level of consumption. Fulfillment of one of the consumption levels can be fulfilled through the provision of PMT counseling. Research objectives to know the relationship level of mothers knowledge and nutritional intake of PMT counseling with nutritional status. The research was done to the toddler in the working area of Public Health Center Karangasem II, Karangasem District in March 2020. Samples amounted to 100 people. The nutritional Status of toddlers is measured by weighing weight and measuring height and comparing to the standard. Knowledge of mothers is measured by way of interviews with questionnaire guidance. PMT extension is obtained by interviews. Respondents in this study included toddler mothers. Data analysis using Pearson Correlation test and Chi Square.
The results showed that most of the toddlers with good nutritional status of 87 people (87.0%) and 13 people (13.0%) Less nutrition. The level of knowledge about PMT is mostly 61 people with sufficient categories of 61%, energy intake level data PMT counseling with good category is 94%, protein intake level data PMT counseling with good category of 88%, data based on the number of PMT counseling most of the categories obtained quite varied that is 50%, and the category data type PMT extension obtained PMT type local counseling is 80%. Statistical test results using Pearson and Chi Square correlates, obtained all the results of P-value > α = 0.05 which means there is no link between maternal level of knowledge, energy intake, protein, PMT number of counseling and PMT category of counseling with nutritional status.
Â
Keywords: knowledge level, PMT extension, nutritional statusReferences
Suhardjo. (2003). Perencanaan Pangan Dan Gizi. Bumi Aksara.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. http://www.depkes.go.id/resources/download/infoterkini/materi_rakorpop_20 18/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf – Diakses Agustus 2018.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Sukartini, A. (2014). Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Frekuensi Kunjungan Ke Posyandu Dan Tingkat Pengetahuan Ibu di Desa Bungaya Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem. Bina Praja.
Gusti Revilla, P. F. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Tingkat Ekonomi Keluarga Nelayan dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Air Tawar Barat Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas.
Setiono, B. (2016). Hubungan Pengetahuan IBu Tentang Gizi Balita, Asupan Energi Dan Protein Balita Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Banyudono I Kabupaten Boyolali.
Yanti M. Makalew, Sherly E.S. Kawengian, Nancy S.H. Malonda. 2013. Hubungan Antara Asupan Energi Dan Zat Gizi Dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Kelas 4 Dan Kelas 5 SDN 1 Tounelet Dan SD Katolik St. Monica Kecamatan Langowan Barat. Skripsi. Program Studi Gizi Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado : Manado
Hosang, K. H., Umboh, A., & Lestari, H. (2017). Hubungan Pemberian Makanan Tambahan terhadap Perubahan Status Gizi Anak Balita Gizi Kurang di Kota Manado. Jurnal e-Clinic (eCl)
Krisnana, I., & Diyan Rachmawati, P. (2017). Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Pmt Dalam Upaya Pencegahan Gizi Buruk Pada Balita. Pediomaternal Nursing Journal 4 No.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).