HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN, POLA KONSUMSI FAST FOOD DENGAN STATUS GIZI REMAJA SMAN 1 TAMPAKSIRING
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v10i2.1132Abstract
The central obesity prevalence in Bali is 36% higher than the national prevalence in 2018. The highest prevalence of central obesity at the center of Tampaksiring with 28.87% in Gianyar. This research aims to determine the relationship between breakfast habits and fast food consumption patterns and quantity with the adolescent nutritional status in State High School 1 Tampaksiring, Gianyar regency. The type of observational research with cross-sectional design with a population number of 597 people and a sample amount of 65 people. Breakfast habits areobtained with questionnaires. Fast food consumption pattern obtained by interview method with form SQ-FFQ and form Recall 1x24 hours. Adolescent nutritional status data is determined by referring to the Z-score by doing height measurement and weighing weight. Further collected Data is processed using computer software to determine whether there is a relationship between variables. Samples have good breakfast habits with a score of > 80 (20%). Samples consume fast food type that has a type of less or > 12 types of fast food (66.2%). Samples often consume fast food with a frequency of 3-6x/week (38.5%). Sample with fast food amount with high consumption fast food day (80%). Samples have a normal adolescent nutritional status (83.08%). Based on the results of data analysis using a statistical test the Pearson correlation is known that there is no significant relationship (r=0,104, p=0,408) between breakfast habits and adolescent nutritional status. There is no significant relationship (r= 0,041, p=0,745) between the consumption patterns of fast food and the adolescent nutritional status. The conclusion of the research is no relationship between breakfast habits and adolescent nutritional status and than no relationship between the fast food consumption pattern and the adolescent nutritional status.
Â
Keywords: Adolescent Nutritional Status , Breakfast Habits, Consumption Patterns Fast Food
References
Tim Penulis Poltekkes Depkes Jakarta I. 2010. Kesehatan Remaja : Problem Dan Solusinya. Jakarta: Selemba Medika.
Kementerian RI. 2019. Riskesdas Provinsi Bali 2018
Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. 2017. Profil Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2017
Hardinsyah, Aries M. 2012. Jenis Pangan Sarapan dan Perannya Dalam Asupan Gizi Harian Anak Usia 6-12 Tahun di Indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan, 7(2),89-96.
Khomsan, A. 2010. Pangan dan Gizi Kesehatan. Bogor: Mayor Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta.
Supariasa. 2014. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.
Roedjito D, Djiteng. 1989. Kajian Penelitian Gizi. Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa.
Gibson, R. S. 2005. Principles of Nutritional Assesment Second Edition. Elsevier Inc. UK.
Irdiana, W.,& Nindya, T. S. 2017. Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Asupan Zat Gizi dengan Status Gizi Siswa SMAN 3 Surabaya. Atika dan Sumarmi. Amerta Nurt, 227-235.
Widianti, Nur. 2012. Hubungan Antara Body Image dan Perilaku Makan dengan Status Gizi Remaja Putri di SMA Theresiana Semarang. Artikel Penelitian Program Studi Ilmu Gizi FK. Universitas Diponegoro. Semarang.
Wiwied, O. 2012. Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik, Pola Konsumsi, Karakteristik Remaja dan Orang Tua Dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) (Studi Kasus pada Siswa SMA Negeri 9 Semarang Tahun 2012). Jurnal Kesehatan Masyarakat. Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP. Universitas Diponegoro. Semarang
Zulfa, F. 2011. Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fastfood Modern dengan Status Gizi (BB/TB Z-skor) di SD Al-Muttaqin Tasikmalaya. Peran Kesehatan Masyarakat dalam Pencapaian MDG’s di Indonesia. Prosiding. 12 April 2011. Universitas Siliwangi Tasikmalaya. ISBN 978-602-96943-1-4
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).