DESCRIPTION OF NUTRITION STATUS BASED ON THE BREAKFAST KNOWLEDGE LEVEL AND BREAKFAST CONSUMPTION STUDENTS OF THE SIDEMENT 2ST MIDDLE SCHOOL KARANGASEM DISTRICT
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v9i2.807Abstract
Nutritional status is primarily affected by infectious diseases and nutrient intake. The intended intake is breakfast Breakfast intake is influenced by the level of knowledge related to breakfast. This study aims to determine; (1) knowing nutritional status; (2) get an overview of the level of knowledge of breakfast; (3) get an overview of breakfast consumption; (4) get an overview of nutritional status based on the level of knowledge of breakfast; (5) get a description of nutritional status based on breakfast consumption. The type of research is cross sectional, where the research was conducted in SMP Negeri 2 Sidemen, Karangasem Regency and the time of the study in February-May 2019 with a population of 186 and taking the study sample as many as 64 (35%). The results of the study show that; (1) The tendency of samples with normal nutritional status (71.,88%); (2) The tendency of knowledgeable samples to have sufficient breakfast (53,13%); (3) The tendency of the sample to have a good intake of energy, protein, and fat breakfast; (4) There is a tendency between nutritional status and knowledge of breakfast; (5) There is a tendency between nutritional status and consumption of energy, protein, and breakfast fat samples.
Â
Keywords: Nutritional Status, Breakfast Knowledge, Breakfast Consumption.
References
Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 144. Sekretariat Negara RI. Jakarta.
Harjatmo, T.P., Holil M.P., Sugeng W. 2017. Penilaian Status Gizi. Jakarta
Kementrian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta
Soedibyo, S., Gunawan, H. 2009. Kebiasaan Sarapan di Kalangan Sekolah Dasar di Poliklinik Umum Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.
Kementrian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kementrian Kesehatan RI.
Kementrian Kesehatan RI. 2017. Buku Saku Pemantauan Status Gizi (PSG).
Supariasa, ID.N., Bachyar B., dan Ibnu F. 2017. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Kementerian Kesehatan RI. 2011. Tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: ALFABETA.
Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ambarwati, M. 2014. Hubungan Antara Pengetahuan,Sikap, Dan Kebutuhan Makan Pagi Dengan Status Gizi Anak di SDN Banyuanyar III Kota Surakarta.
Fandania, ED. 2011. Hubungan Pengetahuan Sarapan dan Perilaku Tentang Serat SDN Kebon Pala 01 Pagi Jawa Timur. Skripsi. Program Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional. Jakarta.
Tanti, M.Y. 2013. Hubungan Pengetahuan Gizi Dengan Kebiasaan Makan Peserta Didik Kelas XI Jasa Boga SMK N 6 Yogyakarta†yang mengatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan dengan kebiasaan makan peserta didik kelas XI Jasa Boga SMK N 6 Yogyakarta. Skripsi. Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Yogyakarta.
Fathin, F.A. 2018. Hubungan Kontribusi Energi Sarapan dan Makanan Jajanan dengan Status Gizi pada Remaja Putri di SMK N 1 Sukoharjo.
Ahmad, S., Waluyo, Fatimah, M. 2010. Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi dan Jajan Dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar di SD N Kledokan Depok Sleman Yogyakarta.
Rahim,K.F. 2014. Faktor Resiko Underweight Balita Umur 7-59 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Harianti, T.S. 2013. Hubungan Antara Kebiasaan Sarapan Pagi dan Asupan Zat Gizi Makro (Energi dan Protein) Dengan Status Gizi Anak Yang Memperoleh PMT-ASI di SD N Plalan 1 Surakarta.
Diniyyah, S. R., Nindya, T.S. 2017. Asupan Energi, Protein, dan Lemak Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita Usia 24-59 Bulan di desa Suci, Gresik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
