THE CORRELATION BETWEEN PURIN INTAKE, PHYSICAL ACTIVITY AND URIC ACID LEVELS IN ELDERLY AT BERABAN VILLAGE, KEDIRI, TABANAN
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v8i2.677Abstract
Keywords: uric acid levels, purine intake, physical activity
References
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementrian kesehatan Republik Indonesia
Kusumayanti .G.A. Dewi, dkk. 2015. Pola Konsumsi Purin dan kegemukan Sebagai Faktor Risiko Hiperurisemia Pada masyarakat Kota Denpasar, Jurnal Skala Husada Volume 12 Nomor 1 April 2015: 27-31.
Mukhibin. 2011. Ensiklopedia Praktis Kesehatan. Edisi 1. Yogyakarta: Pustaka Radja
Noviyanti. 2015. Hidup Sehat Tanpa Asam Urat. Edisi 1. Yogyakarta: PT Suka Buku
Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI..2013.Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indonesia.Jakarta: Kementrian Kesehatan RI
Pursriningsih, S. S. (2014). Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Asam Urat Pada Remaja Laki-Laki. Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Asam Urat Pada Remaja Laki-Laki.
Suiraoka, IP. 2012. Penyakit Degeneratif. Edisi 1. Yogyakarta: Nuha Medika Ariyasa, I. G. . dkk. (2017). Hubungan Antara Pola Konsumsi Dan Aktivitas Fisik Terhadap Status Gizi Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Buleleng. 5(2), 124–132.
Sari, D. S. dan E. P. (2015). Hubungan Asupan Protein Nabati dengan Kadar Asam Urat Di Puskesmas Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara. Journal Of Nutrition College, 4(2), 417.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).