The Relationship Between Knowledge, Protein Energy Consumption Levels and KEK Status of Pregnant Women in the Manggis II Community Health Center Area
Keywords:
Nutrition Knowledge, Energy Intake, Protein Intake, CED, Pregnant Women.Abstract
The objective of this study was to analyze the relationships between nutrition knowledge, levels of energy and protein intake, and the occurrence of Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women in the catchment area of Puskesmas Manggis II. An observational design with a cross-sectional approach was employed. The study sample consisted of all pregnant women in the area, totaling 37 individuals. Data were collected through interviews, questionnaires, and Upper Arm Circumference (UAC) measurements. Results indicated that the majority of pregnant women were classified as not at risk for CED (86.5%), while 13.5% were at risk for CED (UAC < 23.5 cm). Most sampelts’ nutrition knowledge was categorized as good (89.2%), with the remainder falling into the fair and poor categories (each 5.4%). The majority also demonstrated good energy intake (81.1%), and protein intake was predominantly good (48.6%) or more than adequate (45.9%). Spearman’s correlation analysis revealed a significant positive relationship between nutrition knowledge and energy intake (r = 0.625; p = 0.000), as well as between nutrition knowledge and protein intake (r = 0.468; p = 0.003). Additionally, there were significant positive correlations between energy intake and CED status (r = 0.564; p = 0.000) and between protein intake and CED status (r = 0.480; p = 0.003). These findings underscore that a high level of nutrition knowledge, together with adequate energy and protein intake, plays a crucial role in preventing Chronic Energy Deficiency among pregnant women.
References
1. Hatini EE. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Wineka Media; 2018.
2. Rahmawati A, Nurhayati E, Sulistyorini L. Hubungan Pengetahuan Gizi dengan Konsumsi Energi dan Protein pada Ibu Hamil. J Kesehat Reproduksi. 2022;13(2):123–32.
3. Fitriana N, Widyastuti R, Pramesti D. Hubungan Konsumsi Energi dan Protein dengan Status Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil. J Gizi dan Kesehat. 2023;14(1):45–54.
4. Novitasari YD, Wahyudi F, Nugraheni A. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kekurangan Energi Kronik (Kek) Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Rowosari Semarang. Jurnal. 2019;8(1):562–71.
5. Swandini E, Ningrum WM. Gambaran Karakteristik Ibu Hamil yang Menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Sadananya Tahun 2020. J Midwifery Public Heal. 2020;2(2):69–74.
6. Mustafa SR, Sibualamu KZ, Rosi H. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi Dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) Pada Kehamilan di Puskesmas Jongaya. J Nurs Care. 2022;8(2):67–76.
7. Bustan WN, Salam A, Jafar N, Virani D, Mansur MA. Hubungan Pola Konsumsi dan Pengetahuan Gizi Dengan Kejadian Kurang Energi Kronik Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Kota Makassar. JGMI J Indones Community Nutr. 2021;10(1):34–51.
8. Risa HN. Gambaran Tingkat Pengetahuan Gizi, Asupan Energi dan Protein Pada Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Puskesmas Manyar Kota Gresik. Nutr Nutr Res Dev J. 2023;3(3):25–33.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Ni Putu Ayu Angelita Panely

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
