Gambaran Tingkat Konsumsi Energi Dan Status Gizi Pada Pasien Rawat Inap di UPT Kesmas Payangan Kabupaten Gianyar Tahun 2018
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v7i4.336Abstract
Health center is a functional organization which organizes the unity efforts including the granting of health nutrition. The purpose of this research is to know the description of the level of energy consumption and nutritional status in patients on Inpatient health center in Payangan. This type of research is a type of observational research design the research cross sectional. This is the entire research population of patients in inpatient health center in Payangan, research performed on patients aged 18-80 years. Based on the results of sample provisions i.e. 30 samples, research conducted in May of the year 2018. Research results showed the patients hospitalization health center in Payangan with an overview of the level of consumption of energy deficits (97.1%), while more energy consumption level as much as (2.8%). Based on results nutritional status as much as normal (71.4%), nutritional status (22.8%) as much as overweight while the nutritional status of obesity as much (5.7%). The results of the level of energy consumption by as much as a normal nutritional status (100%), the level of energy consumption deficit with normal nutritional status as much as (73.5%), while the deficit with the energy consumption level of nutritional status as much as (20.5%) overweight and tiers in energy consumption deficit with the nutritional status of obesity as much (5.8%).
Kyword: the level of consumption; nutritional status; the patient,
References
Azrul. (2002). Metode Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Evaluasi Pelayanan Makanan Paien Rawat Inap Di Puskesmas Gondangrejo Karanganyar, 1, 1. Retrieved 12 20, 2017, from http://eprints.ums.ac.id
Depkes. (2009, juli 11). pengertian puskesmas. pengertian , Fungsi & Kegiatan Pokok Puskesmas, p. 1. Retrieved from www.kajianpustaka.com/2015/07/pengertian-fungsi-kegiatan-pokok.html
Soegih. (1998). Pola Penanganan Status Gizi di Puskesmas dan RS Dalam Kapita Selekta Nutrisi Klinik. jakarta: pernepari.
Anto Abadi, A. S. (2010). Asupan Makanan Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD. Asupan Makanan Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD, 1. Retrieved from http://sangrelawan.blogspot.co.id/2010/05/asupan-makanan-pada-pasien-rawat-inap.html.
Aljabar, S. (2015, 7 9). Daftar Puskesmas di Kabupaten Gianyar. Retrieved from asgr.0r.id/healt/layanan-kesehatan/daftar-puskesmas-di-kabupaten-gianyar-provinsi-bali.html
Nadia Chalida. (2013, juni senin). konsumsi daya trima pasien rawat inap penyakit kardiovaskula terhadap makanan yang disajikan RSUP H. Adam Medan. Retrieved from http://www.google.co.id/konsumsi/dan/daya trima/pasien/rawat inap/penyakit/kardiovaskular/terhadap/makanan/yang/disajikan/RSUP H. /Adam/Malik
Supariasa. (2001). Penilaian Status Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran.
Sutrisna. (2007). Hubungan Tingkat Konsumsi Zat Gizi dan Status Gizi Berdasarkan Jenis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Gizi Masyarakat
Supariasa. (2012). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.
Norma fitriah. (2007). Hubungan Asupan Zat Gizi. Dipongoro: Universitas Ponogoro.
widiastuti, A. (2016). Konsumsi Zat Gizi Makro Dan Status Gizi Anggota senam Di Lembaga Kursus Dan Penelitian Senam Lala Studio Celuk Gianyar
Supariasa. (2012). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC
Soekirman. (2006). Manusia, Gizi Seimbang Dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Primamedia Pustaka.
Kusumayanti. (2011). Pentingnya Pengaturan Makanan Bagi Anak Autis. Denpasar: Poltekkes Denpasar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).