Nutrimil Bar Sebagai Alternatif Makanan Tinggi Energi Tinggi Protein Untuk Ibu Hamil Dalam Upaya Pencegahan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v14i4.4292Keywords:
stunting, ibu hamil, snack barAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai anak mengalami pertumbuhan tidak optimal dengan tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Memenuhi kebutuhan makanan tinggi energi tinggi protein (TETP) sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan upaya strategis mengatasi masalah stunting. Bahan pangan lokal yang memiliki kandungan protein biologis tinggi dan sumber antioksidan salah satunya terdapat pada kacang merah dan kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik sensorik dan kandungan gizi nutrimil bar yang berbasis tepung kacang merah dan tepung kacang kedelai sebagai pilihan makanan bagi ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Formulasi bahan yang digunakan terdiri dari P1 (100:0); P2 (75:25); P3 (50:50); P4 (25:75) dan P5 (0:100). Analisis terhadap nutrimil bar mencakup evaluasi karakteristik sensorik, meliputi rasa, warna, aroma, tekstur, dan penerimaan keseluruhan, serta analisis kandungan gizi seperti energi, protein, lemak, karbohidrat, dan antioksidan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang merah dan tepung kacang kedelai memberikan pengaruh signifikan terhadap karakteristik sensorik dan komposisi gizi nutrimil bar, dengan nilai p < 0,05. Formulasi terbaik diperoleh pada P2 (75% tepung kacang merah : 25% tepung kacang kedelai), yang menghasilkan rasa gurih, warna cokelat, aroma tidak langu, dan tekstur yang lembut. Kandungan gizinya meliputi energi sebesar 232,2 kkal, protein 12,8 g, lemak 4,7 g, karbohidrat 35,4 g, dan antioksidan 84,7 mg/L GAEAC
References
Rafiony, A., Mulyanita, Puspita, W. L., Purba, J. S. R., & Desi. (2023). Daya Terima, Analisis Kandungan Protein serta Antioksidan Pada Nugget Ikan Toman Dengan Penambahan Daun Kedadai. Pontianak Nutrition Journal, 6, 292–298.
Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. https://doi.org/10.1126/science.127.3309.1275.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional. In Lembaga Penerbit Balitbangkes.
Kesehatan, J. I., Husada, S., & Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya Stunting Problems and Prevention. Juni, 11(1), 225–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.253
Pan, Y., Guo, L.L., & Jin, H. M. (2008). Low-protein diet for diabetic nephropathy: a meta-analysis of randomized controlled trials. The American Journal of Clinical Nutrition, 88(3), 660–666.
Johansen, S., Harris, K., Rychly, J., & Ergul, A. (2005). Oxidative stress and the use of antioxidants in diabetes: linking basic science to clinical practice. Cardiovascular Diabetology, 4, 1–11.
Campbell, R. K., & Martin, T. M. (2009). The chronic burden of diabetes. American Journal of Managed Care, 15(9), S248.
Hanhineva, K., Törrönen, R., Bondia-Pons, I., Pekkinen, J., Kolehmainen, M., Mykkänen, H., & Poutanen, K. (2010). Impact of dietary polyphenols on carbohydrate metabolism. International Journal of Molecular Sciences, 11(4), 1365–1402.
Hakim, V. P., & Ayustaningwarno, F. (2013). Analisis aktivitas antioksidan, kandungan zat gizi makro dan mikro snack bar beras warna sebagai makanan selingan penderita nefropati diabetik. Journal of Nutrition College, 2(4), 431-438.
Skolnik, H., & Chernus, A. (2010). Nutrient timing for peak performance. (The Rights Food, The Rights Time, The Rights Results). [e-book]. http://www.humankinetics.com/products/all-products/nutrient-timing-for-peak-performance-ebook [diakses 13 Pebruari 2017].
Winarsi, I. H. (2010). Protein Kedelai dan Kecambah. Yogyakarta: Kanisius.
Wati, R., Novita, R., & Miko, A. (2016). Karakteristik Organoleptik Formulasi Biskuit Berbasis Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata), Tepung Kacang Koro (Mucuna prurien), dan Tepung Sagu (Metroxilon sago)(The Organoleptic Characteristics of Biscuit Formulation with Curcubita moschata, Mucuna p. Indonesian Journal of Human Nutrition, 3(1), 91.
Ofrianti, Y., & Wati, J. (2013). Pengaruh Variasi Konsentrasi Tepung Kedelai sebagai Bahan Pengikat terhadap Kadar Air dan MutuOrganoleptik Nugget Ikan Gabus. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 8(2), 159–168.
Rachmawati, Novita R dan Miko A. (2016). Karakteristik Organoleptik Biskuit Berbasis Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata), Tepung Kacang Koro (Mucuna prurien), dan Tepung Sagu (Metroxilon sago). Indonesian Journal of Human Nutrition, 3 (1), p. 91-97.
Mufti, M. (2008). Bau Langu Pada Susu Kedelai. Halaman Putih [Online] (diupdate 22 Januari 2008). https://id.wikipedia.org/wiki/Kedelai [diakses 27 Juni 2017].
Afriansyah, N. (2007). Kacang Merah Turunkan Kolesterol dan Gula Darah. Jakarta: Depkes RI.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).