Pola Konsumsi Sayur Buah Dan Status Gizi Remaja Putri Di SMP Negeri 1 Bangli
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v14i3.3400Keywords:
Vegetable and fruit consumption patterns, nutritional statusAbstract
The results of the 2018 Riskesdas in Bali Province were that 96.5% of the population still did not consume enough vegetables and fruit. This research aims to determine the consumption patterns of fruit and vegetables and the nutritional status of female students at SMP Negeri 1 Bangli. This type of observational research with a cross sectional design, a population of 40 female students was randomly selected. implemented in April 2024. Data was collected using a questionnaire and the SQ-FFQ Form. The results of this study were that some of the samples, namely 67.5% had normal nutritional status, 10.0% had less nutritional status, 10.0% had more nutritional status, 12.5% were obese. The sample's daily consumption pattern of vegetables and fruit is in the sufficient category, namely 55.0% vegetables and 65.0% fruit. The sample consuming vegetables was still in the deficient category with an obese nutritional status of 60.0% and the frequency of vegetable consumption with an obese nutritional status of 66.0% was in the deficient category. Meanwhile, fruit consumption with poor nutritional status is 75.0% in terms of type, quantity and frequency of fruit consumption. It is recommended that female students with normal nutritional status maintain vegetable and fruit consumption patterns, while female students with malnutrition, overnutrition and obesity can pay attention to their vegetable and fruit consumption patterns in order to achieve good nutritional status. Schools are advised to sell snacks made from vegetables and fruit.
References
Amalia Yunia Rahmawati. (2020). July, 1–23.
Arham, A. (2021). Gambaran Pola Makan Dan Status Gizi Remaja Di Sman 1 Uepai Kabupaten Konawe. Karya Tulis Ilmiah, 1–23.
Aulia Arza, P., Nola Sari, L., Gizi, P., Kesehatan Masyarakat, F., Andalas SMPN, U., Pesisir Selatan, K., & Barat, S. (2021). Hubungan konsumsi sayur dan buah dengan status gizi pada remaja di smp kabupaten pesisir selatan. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 12(2), 136–141.
Engel. (2020). Pengertian Tentang Pengaruh Pada Masa Remaja. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 6–19.
Fabiana Meijon Fadul. (2019). Anemia Remaja Putri. 5–25.
Kemenkes RI. (2019). Rencana Aksi Program Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit. Rencana AKSI Program P2P, 2019, 86. http://www.jikm.unsri.ac.id/index.php/jikm
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Leaflet-isi-piringku-ilovepdf-compressed_1011.pdf. www.kesmas.kemkes.go.id
Kosanke, R. M. (2019). pengertian remaja menurut WHO. 8–28.
Kusumawardhani, I. (2019). Pengaruh Penggunaan Kartu UNO Sebagai Media Permainan Tentang Buah dan Sayur Pada Anak Sekolah Dasar di SDN Brosot. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 4(2), 2–3. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/239/
Mauludina, P. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur di Kota Pontianak. Universitas Muhammadiyah Pontianak, 1–126. http://repository.unmuhpnk.ac.id/1101/2/151510181.pdf
Purwita, N. K. D. D., Kencana, I. K., & Kusumajaya, A. . N. (2018). Gambaran Komsumsi Sayur dan Buah dengan Status Gizi Remaja di SMP Negeri 3 Kabupaten Badung. Journal of Nutrition Science, Vol.7 No.3 (Agustus, 2, 57–63. http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/844/
Ramadhani, D. T., & Hidayati, L. (2019). Faktor-faktor yang Memengaruhi Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja Putri SMPN 3 Surakarta. Prosiding Seminar Nasional Gizi, 45–58.
RISKESDAS. (2018). Laporan Provinsi Bali Riskesdas 2018. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Sabrul, U. A., Rahman, M. A., & Suriah, S. (2021). Edukasi Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Simulasi Kuartet. Hasanuddin Journal of Public Health, 2(2), 220–227. https://doi.org/10.30597/hjph.v2i2.13315
Saputro, G. M. (2021). Tingkat Pengetahuan Sayur Dan Buah, Sikap Terhadap Sayur Dan Buah, Dan Pola Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Siswa Di Sma Negeri 1 Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. Universitas Muhammadiah Surakarta, 1–15.
Sari, I. S. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi (Imt/U) Siswa Kelas 9 Smpn 18 Pekanbaru. 5–15.
Sari, N. K. D. R. (2019). Tingkat Konsumsi Buah dan Sayur dan Status Gizi Remaja SMP Negeri 3 Tabanan. Poltekkes Denpasar, 9(4), 1–3.
Syifa S Mukrima. (2018). Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka. Convention Center Di Kota Tegal, 6–32. http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/10559/BAB II.pdf?sequence=6&isAllowed=y
Thara, L. (2019). Gambaran Konsumsi Dan Pengetahuan Tentang Sayur Dan Buah Pada Remaja.
Trisnayanti, N. M. (2019). Komposisi Asupan Zat Gizi Dan Status Gizi Remaja Di Smp Sapta Andika Denpasar. Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi Dan Ilmu Ekonomi, 2(1), 1–19.
Yusnita, D. H., Pradigdo, S. F., & Rahfiluddin, M. Z. (2019). Hubungan Body Image dengan Pola Konsumsi dan Status Gizi Remaja Putri di SMPN 12 Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 47–53. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm
Zulfa, W. I. (2023). Hubungan Body Image, Kebiasaan Makan, dan Status Gizi dengan Masalah Anemia Gizi pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Sampang. Media Gizi Kesmas, 12(1), 344–351. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.344-351
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).