Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Karakteristik Ibu dan Frekuensi Kunjungan Balita ke Posyandu di Desa Kapal Mengwi Badung
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v12i3.2145Keywords:
Status Gizi, Karakteristik Ibu, Frekuensi Kunjungan ke PosyanduAbstract
References
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2019). Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2018. Bali: Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. (2020). Profil Kesehatan Kabupaten Badung Tahun 2019. Badung: Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.
Thamaria, Netty. (2017). Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2012). Ayo ke Posyandu Setiap Bulan. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan.
Kanah, P. (2020). Hubungan Pengetahuan Dan Pola Konsumsi Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Kesehatan. Medical Technology and Public Health Journal, 4(2), 203–211.
Marimbi, H. (2010). Tumbuh Kembang, Status Gizi dan Imunisasi Dasar Pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika.
Bappeda Provinsi Bali. (2019). Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023. Bali: Bappeda Provinsi Bali.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Yunus, E. M. (2018). Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Status Gizi Balita di Desa Tanjung Gunung Bangka Tengah Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Poltekkes Pangkalpinang, 6(1), 28–32.
Rahmad, A. H. Al. (2019). Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Karakteristik Keluarga di Aceh Besar. 19(3), 167–180.
Zulmi, D., & Falahiah, T. (2017). Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita. 5(2), 83–97.
Kementerian Kesehatan RI. (2015). Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Kesehatan Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).