Hubungan Tingkat Asupan Protein Zat Gizi Mikro dan Frekuensi Diare dengan Status Gizi Balita di Desa Patas Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v14i1.2784Abstract
According to the Indonesia Nutrition Status Study 2021, 24.4% of toddlers are stunted, 17% are underweight, 7% are wasted, and 3.8% are overweight. The prevalence of diarrhea in Indonesia according to the 2018 Basic
Health Research was 11.5% of diarrhea in children aged 1-4 years. According to the Indonesian Nutrition Status Study 2021, the proportion of children under five years of age with diarrhea in Bali Province is 11.2%.
According to the 2020 Buleleng Health Profile, in the Gerokgak I Health Center working area there were 27.3% of diarrhea cases in toddlers. The purpose of this study was to determine the relationship between protein and micronutrient intake and the frequency of diarrhea with the nutritional status of toddlers in Patas Village. Type of observational research with cross-sectional design. This research was conducted in December 2022 in Patas Village. The research sample amounted to 84 samples. The sampling technique to be used is simple random sampling. The data analysis used is using the Pearson correlation test with α = 0.05. Based on statistical analysis test, there is a significant relationship between protein intake level and nutritional status of toddlers in Patas Village p=0.000. In addition, there is a meaningful relationship between the intake level of micronutrients
calcium p=0.040 and phosphorus p=0.008 with the nutritional status of toddlers and there is meaningless relationship between micronutrients potassium p=0.322 with the nutritional status of toddlers. Then there is a
relationship between the frequency of diarrhea and the nutritional status of toddlers in Patas Village p = 0.000 <α (0.05).
Keywords: Protein, Calcium, Potassium, Phosphorus, Diarrhea, Nutritional Status
References
DAFTAR PUSTAKA
Adani, V., Pangestuti, D. R., & Rahfiludin, M. Z. (2016). Hubungan Asupan Makanan (Karbohidrat, Protein Dan Lemak) Dengan Status Gizi Bayi Dan Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(3), 261–271.
AIPGI. (2017). Ilmu Gizi (Teori dan Aplikasi). Jakarta. Penerbit Buku EGC.
Almatsier, S, soetardjo, S. S. M. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Amaliyah, Nurul. 2015. Penyehatan Makanan dan Minuman-A. Ed. 1. Yogyakarta: Deepublish. Asnil P, D. (2003). Gastroenteritis Akut Dalam . Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Choiroh, Z. M., Windari, E. N., & Proborini, A. (2021). Hubungan antara Frekuensi dan Durasi Diare dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 2436 Bulan di Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis. 131–141. https://doi.org/10.21776/ub.JOIM.2020.004.03.4
Dedeh dkk. (2010). Sehat Dan Bugar Berkat Gizi Seimbang. PT Penerbit Sarana Bobo. Jakarta.
Diniyyah, S. R., & Nindya, T. S. (2017). Asupan Energi, Protein dan Lemak dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci, Gresik. Amerta Nutrition, 1(4), 341-350.
Furkon, L. A. (2014). Mengenal Zat Gizi. Ilmu Kesehatan Gizi, 1–53. http://repository.ut.ac.id/4335/2/PEBI4424-M1.pdf
Hastia, S., & Ginting, T. (2019). Hubungan sanitasi lingkungan dan personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sidorejo Puskemas Sering Kota Medan. 01(1), 12–17.
Hartono. (2017). Status Gizi Balita dan Interaksinya. Kementerian Kesehatan RI. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20170216/0519737/status-gizibalita-daninteraksinya/
Husein Umar. 2013. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis. Jakarta: RajawaliAdani, V., Pangestuti, D. R., & Rahfiludin, M. Z. (2016). Hubungan Asupan Makanan (Karbohidrat, Protein dan Lemak) Dengan Status Gizi Bayi Dan Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(3), 261-271
Hastia, S., & Ginting, T. (2019). Hubungan sanitasi lingkungan dan personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sidorejo Puskemas Sering Kota Medan. 01(1), 12–17.
Juhariyah, S., & Mulyana, S. A. S. F. (2018). Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Diare pada Balita di Puskemas Rangkasbitung. Jurnal Obstretika Scientia, 6(1), 219–230.
https://ejurnal.latansamashiro.ac.id/index.php/OBS/article/view/359/354
Kementerian Kesehatan RI. (2011). Situasi diare di Indonesia. Jurnal Buletin Jendela Data & Informasi Kesehatan, 2, 1–44.
Miharti, T. (2013). Ilmu gizi 1 (1st ed.). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Mmega pricilia kurnia, amatus yudi ismanto, L. P. (2015). Hubungan Diare Dengan Kejadian Malnutrisi Pada. Ejournal Keperawatan (e-Kp), 3(1). http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/6689
Mo, I., Fa, O., Of, A., & At, O. (2021). COMMUNITY MEDICINE AND Nutritional Status of Under-five Children living in Orphanages compared with their Counterparts living with their Families in Host Communities in Lagos State. 33(1), 76–88.
Nuzula, F., Oktaviana, M. N., & Anggari, R. S. (2013). ANALISIS TERHADAP Faktor-Faktor Penyebab Gizi Kurang Pada Balita Di Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru Banyuwangi. 3(1), 1–16. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1705840&val=18524&title=Analisis terhadap Faktor-Faktor Penyebab Gizi Kurang pada Balita di Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru Banyuwangi
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Pritasari, Damayanti, D., & Tri L, N. (2017). Gizi Dalam Daur Kehidupan. Badan PPSDMK.http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wpcontent/uploads/201 7/11/GIZI-DALAMDAUR-KEHIDUPAN-FINAL-SC.pdf
Rosana, D. (2019). Biofisika. Universitas Terbuka, 450.
Rosari, A., Rini, E. A., & Masrul, M. (2013). Hubungan Diare dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 2(3), 11. https://doi.org/10.25077/jka.v2i3.138
Sarhabiah, R., & Pradini, T. C. (2021). Hubungan Antara Asupan Zat Gizi dengan Status Gizi Pada Balita di TK Pelita Pertiwi Cicurug Sukabumi. 1(2), 41–47. https://doi.org/10.24853/mjnf.1.2.41-47
Stuijvenberg ME, Nel J, Schoeman SE, Lombard CJ, du 5. Plessis LM, Dhansay MA. 2015. Low intake of calcium and vitamin D, but not zinc, iron or vitamin A, is associated with stunting in 2-5 years old children. Nutrition. 3(1):841-6.
Suiraoka, I Putu, Kusumajaya, & Larasari. Perbedaan konsumsi energi, protein, Zat Gizi Mikro dan Frekuensi sakit karena infeksi pada anak balita status gizi pendek (stunted) dan normal di Wilayah Kerja Puskesmas Karangasem I. J. Ilmu Gizi 2, (2011).
Toby, Y. R., Anggraeni, L. D., Rasmada, S., & Carolus, S. S. (2021). Analisis Asupan Zat Gizi Terhadap Status Gizi Balita Analysis of Nutrient Intake on Nutritional Status of Under Five Year Children. 8(2), 92–101.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
UNICEF. 1998. The State of The World Children. New York (UK): Oxford University Press.
Usia, S., Di, B., & Semarang, K. (2018). of Nutrition College,. 7.
Wati, c. s. (2016). Hubungan Persepsi, Tingkat Pendidikan, Dan Sosial Ekonomi Ibu Dengan Penanganan Pertama Diare Pada Balita Di Rumah Pada Wilayah Puskesmas Kemangkon, 8 Yuniastuti, A. (2014). Nutrisi Makromineral Dan Kesehatan. Universitas Negeri Semarang Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).