The Relationship Between Nutritional Status and Child Development Among Children Aged 2–5 Years at Puskesmas Seyegan

Authors

  • Monica Dwi Putri Department of Midwifery, Aisyiyah Yogyakarta University, Yogyakarta, Indonesia
  • Nidatul Khofiyah Department of Midwifery, Aisyiyah Yogyakarta University, Yogyakarta, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-8216-3158

DOI:

https://doi.org/10.33992/jik.v14i1.5088

Keywords:

Toddler, nutrition, Growth and Development

Abstract

Developmental disorders in toddlers remain a global concern, particularly in developing countries such as Indonesia. Nutritional problems increase the risk of developmental delay by up to 4.75 times. Data from the Sleman District Health Office (2024) reported that 5.2% of toddlers in the working area of the Puskesmas Seyegan experienced nutritional problems and had never undergone developmental screening. This study aimed to determine the relationship between nutritional status and child development among children aged 2–5 years in this area. This quantitative descriptive study used an analytic cross-sectional design, involving 103 samples selected from a population of 1.581 toddlers using the Slovin formula, recorded in December 2025. Primary data were collected through anthropometric measurements (weight and height) to assess nutritional status and developmental screening using the KPSP instrument. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Spearman rank correlation test. The results showed a p-value < 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between nutritional status and child development. Most toddlers with normal nutritional status had normal development (84.9%), while those with abnormal nutritional status were more likely to experience doubtful (41.2%) and deviant development (11.8%). In conclusion, nutritional status is significantly associated with toddler development.

References

1. Akbar F, Hamsah IA, Darmiati D, Mirnawati M. Deteksi dini tumbuh kembang balita di posyandu. J Ilmu Kesehat Sandi Husada. 2020;12(2):1003–8.

2. Natsir N, Sanuddin S. Penyuluhan edukasi pengetahuan ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kadolomoko. J Pengabdi Masy. 2025;4(1):307–11.

3. Laily LA, Indarjo S. Dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan: literature review. Higeia. 2023;7(3):354–64.

4. Sakti SA. Pengaruh stunting pada tumbuh kembang anak periode golden age. J Ilmu Pendidik. 2020;6(1):169–75.

5. Makrufiyani D, Noviawati D, Arum S, Setiyawati N. Faktor-faktor yang mempengaruhi status perkembangan balita di Sleman Yogyakarta. J Kesehat. 2020;22(1):23–31.

6. Cahyati N, Islami CC. Pemahaman ibu mengenai stunting dan dampaknya terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Buhuts Al-Athfal. 2022;2(2):175–91.

7. Martony O. Stunting di Indonesia: tantangan dan solusi di era modern. J Kesehat. 2023;5:1734–45.

8. Kedang SB, Reo S. Gambaran perkembangan balita stunting. J Kesehat. 2023;3(1):1–6.

9. Utami DC, Azizah AN. Hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kutasari. J Kesehat. 2023;6(1):28–35.

10. Rahayu YD, Yunariyah B, Jannah R. Faktor penyebab kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding Tuban. J Kesehat Masy. 2022;10(2):156–62.

11. Pratiwi HS, Sholihah LA. Hubungan kejadian stunting dengan perkembangan motorik kasar, halus, dan kognitif pada balita. J Kesehat Masy Gizi. 2025;3(3):1–8.

12. Sismulyanto, Priastana IKA, Basuki HO, Silvanasari IA, Melizza N, Pitaloka D, et al. Deteksi dini tumbuh kembang balita dalam keperawatan komunitas. Yogyakarta: Pustaka; 2017.

13. Bahtiar BA, Ali A, Yusof HM, Kamarudin KS. Child development and nutritional status of children under five: a cross-sectional study of a fishermen community in Terengganu, Malaysia. Int J Environ Res Public Health. 2021;16(28):91–100.

14. Wulandari A, Kurniawati HF. Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting. Buku Ilmu Kebidanan dan Keperawatan. 2023;2(1):51–8.

15. Ayu N, Maha H, Ayu DP. Hubungan pola asuh dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan z-score balita wasting di Jember. J Kesehat. 2024;5(2):82–90.

16. Maulani GR, Julianawati T. Pengaruh pemberian MP-ASI dan penyakit infeksi terhadap kejadian wasting pada balita usia 0–59 bulan. J Gizi. 2022;4(2):88–93.

17. Yahrotus F, Munir M, Maziyah N, Cholila N. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar anak usia 6–24 bulan. J Kesehat. 2026;18(2):110–20.

18. Kurniawati N, Yulianto Y. Pengaruh jenis kelamin, usia balita, dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting di Mojokerto. J Kesehat. 2022;1(1):76–92.

19. Yunita L, Utama LJ. Hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah. J Kesehat. 2021;2(2):8–14.

20. Turridha A, Shim JE. Trends in growth and nutritional status of Korean toddlers and preschoolers. Nutr Res Pract. 2024;29(6):480–91.

21. Kartika C, Suryani YD, Garna H. Hubungan stunting dengan perkembangan motorik anak usia 2–5 tahun di Bandung. J Kesehat. 2020;2(22):104–8.

22. Syofiah PN, Muthia G, Sari DF, Primasari EP. Edukasi dan implementasi SDIDTK pada tumbuh kembang anak. Community Dev J. 2022;2(3):1223–6.

23. Hasanah R, Suhartati S, Kusvitasari H. Hubungan IMT dan kebiasaan konsumsi Fe dengan anemia pada remaja putri. J Kesehat. 2025;14:99–105.

24. Sharma P, Bahadur C, Devkota B, Syrou N, Valamontes A, Adamopoulos I. Association between nutritional status and cognitive development in preschool children: a cross-sectional study. Food Humanit. 2025;5:100939. doi:10.1016/j.foohum.2025.100939

25. Fajrini F, Romdhona N, Herdiansyah D, et al. Stunting pada balita di Indonesia dan faktor yang mempengaruhinya: systematic review. Kedokt Kesehat. 2024;20(1):55–73.

26. Adhikari BK, Giri S, Sharma P. Evaluation of childhood dietary patterns and their impact on nutritional status. J Nutr. 2024;13(3):66–76.

27. Septariana F, Faron BA, Fathonah S, Nuraisyah SJ, Lestari DT, Heryanda MF, et al. Gizi dan tumbuh kembang anak di Indonesia. Jakarta: Pustaka; 2024.

28. Yulianti S, Rahmawati DT. Hubungan stunting dengan perkembangan anak usia prasekolah di Bengkulu. J Kesehat. 2019;372–81.

29. UNICEF. Early childhood development [Internet]. New York: UNICEF; 2021 [cited 2026 Apr 10]. Available from: https://data.unicef.org/topic/early-childhood-development/

30. World Health Organization, UNICEF, World Bank Group. Nurturing care for early childhood development: a framework for helping children survive and thrive. Geneva: WHO; 2018.

31. World Health Organization, UNICEF, World Bank Group. Levels and trends in child malnutrition: key findings of the 2022 edition. Geneva: WHO; 2022.

32. UNICEF. Child malnutrition estimates [Internet]. New York: UNICEF; 2023 [cited 2026 Apr 10]. Available from: https://data.unicef.org/topic/nutrition/malnutrition/

33. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Profil kesehatan Kabupaten Sleman tahun 2024. Sleman: Dinkes Sleman; 2024.

Downloads

Published

2026-04-13

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.