Hubungan Status Gizi Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Kintamani VI Tahun 2022
DOI:
https://doi.org/10.33992/jik.v11i1.2075Abstract
References
Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali 2016. Dinas Kesehatan Provinsi Bali. 2017.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta; 2018.
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021.
Aryanto MAW, Argadiredja DS, Sakinah RK. Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester Satu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang Tahun 2018. J Integr Kesehat Sains. 2020;2(1):43–6.
Setiawan E, Machmud R, Masrul M. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. J Kesehat Andalas. 2018;7(2):275.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Data Informasi Kesehatan Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.
WHO. Stunting in a Nutshell [Internet]. Https://Www.Who.Int/News/Item/19-11-2015-Stunting-in-a-Nutshell. 2018. p. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-. Available from: https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
Kementrian Kesehatan RI. Laporan Riskesdas 2018. Kementrian Kesehatan RI. 2019.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional RISKESDAS 2018 [Internet]. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta; 2018. Available from: http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf
Putra PAB, Suariyani NLP. Pemetaan Distribusi Kejadian Dan Faktor Risiko Stunting Di Kabupaten Bangli Tahun 2019 Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Arc COm Heal. 2021;8(1):72–90.
Riskesdas. Laporan Provinsi Bali RISKESDAS 2018. 2018.
Azizah A, Adriani M. Tingkat Kecukupan Energi Protein Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Dan Kejadian Kekurangan Energi Kronis. Media Gizi Indones. 2018;12(1):21.
Jannah F. Hubungan Tekanan Darah dan Kadar Hemoglobin Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa. Universitas Muhammadiyah Jember; 2020.
Nasikhah, Roudhotun, Margawati A. Prevalensi stunting di Jawa Tengah kejadian tertinggi di Kecamatan Semarang Timur. J Nutr Coll. 2012;1(1):176–84.
Widyawati, Febry F, Destriatania S. Analisis Pemberian Mp-Asi Dengan Status Gizi Pada Anak Usia 12-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Lesung Batu , Empat Lawang Analysis Complementary Feeding And Nutritional Status Among Children Aged 12-24 Months In Puskesmas Lesung Batu , Empat Lawang. J Ilmu Kesehat Masy. 2016;7(2):139–49.
Fajrina N, Syaifudin. Hubungan Faktor Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Fak Ilmu Kesehat Univ ’Aisyiyah Yogyakarta [Internet]. 2016;10. Available from: http://digilib.unisayogya.ac.id/2051/1/NASKAH PUBLIKASI %28NURUL FAJRINA 201510104302%29.pdf
Alfarisi R, Nirmalasari Y, Nabila S. Status gizi ibu hamil dapat menyebabkan kejadian stunting pada balita. J Kebidanan. 2019;5(3):271–8.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal of Midwifery) retain the copyright of their work and grant the journal the right of first publication.
The article is simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, which permits others to share, copy, distribute, and adapt the work for any purpose, provided that appropriate credit is given to the author(s) and the original publication in this journal is acknowledged.
Authors may enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the article (for example, posting it to an institutional repository or including it in a book), provided that the original publication in this journal is properly acknowledged.
Authors are also permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on personal websites) before and during the submission process. This practice can facilitate scholarly exchange and may lead to earlier and increased citations of the published work.










