HUBUNGAN KONSUMSI NATRIUM DAN KALIUM DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA WANA SERAYA DENPASAR
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v10i2.893Abstract
Lanjut usia adalah salah satu kelompok umur yang beresiko mengalami malnutrisi, kekurangan dan kelebihan zat gizi. Lanjut usia mengalami penurunan fungsi fisiologis akibat proses degeneratif (penuaan) sehingga penyakit tidak menular banyak muncul, salah satunya adalah hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi natrium dan kalium dengan derajat hipertensi pada lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2019 dengan sampel adalah lanjut usia yang diambil secara purposive sampling, sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukakan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran yang dilakukan yaitu penimbangan berat badan, tinggi badan, food weighing, dan pengukuran tekanan darah. Analisis statistik yang digunakan adalah Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, rata-rata konsumsi natrium sampel adalah 1904,14 mg (lebih) dengan hasil analisis tidak ada hubungan signifikan antara konsumsi natrium dengan derajat hipertensi pada lanjut usia (p = 0,448). Rata-rata konsumsi kalium sampel adalah 577,77 mg (defisit) dengan hasil analisis tidak ada hubungan signifikan antara konsumsi natrium dengan derajat hipertensi pada lanjut usia (p = 0,823). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan konsumsi natrium dan kalium dengan derajat hipertensi pada lanjut usia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).