KADAR KOLESTEROL TOTAL BERDASARKAN KONSUMSI DAGING BABI DAN STATUS OBESITAS SENTRAL PADA ORANG DEWASA DI DESA GUWANG, KECAMATAN SUKAWATI, GIANYAR
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v10i2.882Abstract
                          ABSTRAK
Obesitas sentral erat kaitannya dengan peningkatan kadar kolesterol total. Obesitas setral sering ditemukan di masyarakat dengan konsumsi lemak berlebih terutama lemak jenuh yang berasal dari hewani seperti daging babi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol total berdasarkan konsumsi daging babi dan status obesitas sentral pada orang dewasa di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel adalah orang dewasa dengan kriteria umur 21-60 tahun sebanyak 63 orang yang diambil secara proporsional random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data konsumsi daging babi, lingkar pinggang, lingkar pinggul, dan kolesterol darah. Data diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Rata-rata konsumsi daging babi yaitu 96.4 gram/hari dengan frekuensi 3.3 kali/minggu. Rata-rata kolesterol 185.7 mg/dL, dan RLPP 0.88. Sebanyak 38.1% dengan kadar kolesterol tinggi, 50.8% mengalami obesitas sentral, 44.4% sampel konsumsi daging babi lebih (>140 gram) dengan frekuensi konsumsi sering sebesar 54.0%. Terdapat hubungan kadar kolesterol total berdasarkan konsumsi daging babi dan terdapat hubungan kadar kolesterol total berdasarkan status obesitas sentral (p<0.05).
Kata kunci : kolesterol, konsumsi daging babi, obesitas sentral.
TOTAL CHOLESTEROL LEVELS BASED ON PORK CONSUMPTION
AND CENTRAL OBESITY STATUS IN ADULTS
IN GUWANG VILLAGE, SUKAWATI SUB-DISTRICT, GIANYAR
ABSTRACT
Central obesity is closely related to an increase in total cholesterol levels. Central obesity is often found in people with excessive fat consumption, especially saturated fat from animal origin such as pork. The purpose of the study was to determine the corelation of total cholesterol levels based on pork consumption and central obesity status in adults in Guwang Village, Sukawati Sub-District, Gianyar. The type of research used was observational with a cross sectional design. The sample is an adult with the age criteria of 21-60 years as many as 63 people taken by proportional random sampling. Data collected included data on pork consumption, waist circumference, hip circumference, and blood cholesterol. The collected data is processed and analyzed by univariate and bivariate. The average pork consumption is 96.4 grams/day with a frequency of 3.3 times/week. The average cholesterol is 185.7 mg / dL, and RLPP 0.88. A total of 38.1% with high cholesterol levels, 50.8% of the sample had central obesity, 44.4% of samples consumed more pork (>140 gram) Â with frequent consumption frequency of 54.0%. There is a correlation between total cholesterol levels based on pork consumption and there is a correlation between total cholesterol levels based on central obesity status (p<0.05).
Keywords: cholesterol, pork consumption, central obesity.
References
Astawan, M., & Leomitro, A. (2009). Khasiat Whole Grain. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Cahyono, S. B. (2012). Gaya Hidup & Penyakit Modern. Yogyakarta: Kanisius.
Departemen Pendidikan Nasional. (2014). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Dewi Listiyana, A., Mardiana, & Prameswari, G.N.(2013). Obesitas Sentral Dan Kadar Kolesterol Darah Total.
Fatimah,S., & Kartini,A.(2011). Senam aerobik dan konsumsi zat gizi serta pengaruhnya terhadap kadar kolesterol total darah wanita.
Harlinawati,Y.(2008). Terapi Jus untuk Kolesterol. Jakarta: Puspa Swara.
Kemenkes RI.(2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI
Kemenkes RI.(2018). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI
Lestari,L.A., & Helmyati,S. (2018). Peran Probiotik di Bidang Gizi & Kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Masyarakat, D. G. dan K.(2007). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Nilawati,S., Krisnatuti,D., B.Mahendra, & Djing,O.G.(2008). Care Your Self Kolesterol. Jakarta: penebar plus+.
Oetomo,K.S.(2011). Pengendalian dan Pengobatan Obesitas. Malang: UB Press.
Padmiari, I. A. E., Gumala, N. M. Y., & Cintari, L. (2013). Hubungan Faktor Resiko H.E.A.L.T.H dengan Kejadian Hiperkolesterolemia pada Pejabat Eselon di Pemda Gianyar Provinsi Bali.
Putri, N.I (2016). Hubungan Asupan Serat dan Lemak Total dengan Kadar Kolesterol Total pada Anggota Polisi Polres Rembang.
Ramayulis,R.(2014). 101 Tips Berhasil Diet REST Ala Rita Ramayulis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Restyani,A.E., Ruhyanudin,F., & Susanti,H.D.(2015). Hubungan Pola Konsumsi Lemak Jennuh dan Obesitas Sentral Terhadap Kadar Kolesterol Total.
Ruslianti,D.(2014). Kolesterol Tinggi Bukan Untuk Ditakuti. Jakarta: FMedia.
Saptawati, L. (2009). Bersahabat dengan Penyakit Jantung. Yogyakarta: Kanisius.
Saragih,B.(2011). Kolesterol dan Usaha-Usaha Penurunanyan. Yogyajarta: Bimotry.
Tchernof,A., & Despres,J.P. (2013). Pathophysiology of Human Visceral Obesity.
Wiardani,N.K., & Kusumajaya,A.N.(2018). Asupan Lemak, Obesitas Sentral dan Hperkolesterolemia pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerntahan Daerah Provinsi Bali.
Yusa,N.M., & Suter,I.K.(2014). Kajian Pangan Tradisional Bali dalam Rangka Pengembangannya Menjadi Produk Unggulan di Kabupaten Gianyar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).