Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Dan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita di UPTD Puskesmas Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal
Keywords:
Gizi Kurang, Pengetahuan Gizi Seimbang, Pola Asuh IbuAbstract
Gizi kurang pada balita merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, daya tahan tubuh anak, serta kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2024, prevalensi gizi kurang secara nasional sebesar 16,9%, sedangkan di provinsi Sumatera Utara sebesar 7,9%, dan 12,6 % di Kabupaten Mandailing Natal. Balita merupakan kelompok yang rentan mengalami kekurangan gizi karena pertumbuhan yang cepat dan kebutuhan gizi yang tinggi. Hasil observasi awal di UPTD Puskesmas Hutabargot menunjukkan bahwa dari 10 balita, 5 balita (50%) mengalami gizi kurang, 70% ibu memiliki pengetahuan gizi yang rendah, dan 80% belum menerapkan pola asuh yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan pola asuh ibu dengan kejadian gizi kurang pada balita di UPTD Puskesmas Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal.
Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas Hutabargot, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal pada bulan September – Oktober 2025. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 94 orang ibu yang memiliki balita usia 12-60 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan gizi seimbang, kuesioner pola asuh, serta pengukuran antropometri balita menggunakan indikator BB/U. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi- square, dan multivariat menggunakan Regresi logistik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan tentang gizi seimbang kategori kurang sebanyak 35 ibu (37,2%), kategori baik sebanyak 32 ibu (34,0%) dan kategori sedang sebanyak 27 ibu (28,7%). Pola asuh ibu sebagian besar termasuk kategori cukup sebanyak 63 ibu (67,0%), pola asuh kurang sebanyak 31 ibu (33,0%). Kejadian gizi kurang ditemukan pada 48 balita (51,1%), sedangkan balita yang tidak mengalami gizi kurang sebanyak 46 balita (48,9). Hasil uji Chi- square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan kejadian gizi kurang pada balita (p=0,000) serta pola asuh ibu dengan kejadian gizi kurang (p=0,000). Analisis Regresi logistik menunjukkan bahwa pengetahuan gizi seimbang dan pola asuh ibu berpengaruh signifikan (p=0,000) terhadap kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Hutabargot.
References
1. Arage, G., Belachew, T., & Abate, K. H. (2022). Early life famine exposure and anthropometric profile in adulthood: a systematic review and Meta-analysis. BMC Nutrition, 8(1), 1–13.
2. Ardianti, A. D., & Sumarmi, S. (2023). Keragaman Pangan Balita Dan Pengeluaran Pangan Sebagai Faktor Risiko Stunting Pada Balita. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 5974–5982.
3. Dede, Y., Manongga, S. P., & Romeo, P. (2023). Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Gizi Kurang Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kanatang Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2998–3010.
4. Fatonah, S., Jamil, N., & Risviatunisa, E. (2020). Hubungan Pola Asuh Ibu dalam Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24–59 Bulan di Puskesmas Leuwigajah Cimahi Selatan Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Budi Luhur, 13(2), 293–300.
5. Gani, K., Rasmaniar, R., & Putri, I. R. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Asuh Gizi dan Pola Makan dengan Status Gizi Balita. Jurnal Stunting Pesisir Dan Aplikasinya, 1(2), 1–15.
6. Hidayati, R., & Mutiah, N. (2022). Penerapan Metode Haversine Formula Pada Pencarian Lokasi Fasilitas Kesehatan Terdekat. Jurnal Media Informatika Budidarma, 6(1), 278-285.
7. Izhar, M. D. (2017). Hubungan antara Pengetahuan Ibu dengan Pola Asuh Makan terhadap Status Gizi Anak di Kota Jambi. Jurnal Kesmas Jambi (JKMJ), 1(2), 61–74.
8. Lubis, R., Fitriani, A., Salsabila, N., Shabilla, N. A., Panjaitan, I. C. N., & Aulia, I. (2024). Perkembangan Anak Usia 0-5 Tahun. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran, 06(3), 55–71.
9. [Kemenkes RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
10. [Kemenkes RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
11. [Kemenkes RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Keputusan Menteri Kesehatan tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/5675/2021 tentang Data Penduduk Sasaran Program Pembangunan Kesehatan Tahun 2021-2025. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
12. Maharani, Wahyuni, S., & Fitrianti, D. (2019). Tingkat pengetahuan dan sikap ibu terkait makanan tambahan dengan status gizi balita di Kecamatan Woyla Barat. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 4(2), 81–88.
13. Marbun, R., Septriana, & Yuliati, E. (2024). Hubungan Pola Asuh Ibu Dan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Danurejan I , Yogyakarta. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 8(2), 92–101.
14. Narishma, V., Roselina, D., & Budiarto, A. (2022). Hubungan Karakteristik Orang Tua Terhadap Status Gizi Bayi Balita Desa Sungai Kitano Kabupaten Banjar. Sari Pediatri, 24(2), 112-118.
15. Niron, T. F. P. D., Toy, S. M., & Nur, M. L. (2025). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Oka Kabupaten Flores Timur. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(2), 376–386.
16. Notoatmodjo, S., (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
17. Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
18. Nurmadinisia, R., Anggraeni, Y., Putri, H., Wulandari, P., & Manikam, R. M. (2025). Maternal Parenting Practices in Feeding and Their Impact on Nutritional Status of Toddlers in Mampang Village, Depok City, West Java. AgriHealth: Journal of Agri-Food, 6(1), 41–48.
19. Nurida, L., & Maritasari, D. Y. (2023). Faktor Resiko Kejadian Gizi Kurang Pada Anak Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI), 3(2), 100–109.
20. Nuradhiani, A. (2023). Faktor Risiko Masalah Gizi Kurang pada Balita di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Dan Sosial, 1(2), 17–25.
21. Pangestuti, F. Y., & Prameswari, G. N. (2021). Hubungan Status Ibu Bekerja, Pola Asuh Makan, Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Picky Eater pada Anak Usia Prasekolah. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(1), 101–113.
22. Prasetyo, Y. B., Permatasari, P., & Susanti, H. D. (2023). The effect of mothers’ nutritional education and knowledge on children’s nutritional status: a systematic review. International Journal of Child Care and Education Policy, 17(1).
23. Putri, A. R. (2020). Aspek Pola Asuh, Pola Makan, dan Pendapatan Keluarga pada kejadian Stunting. Healthy Tadulako Journal, 6(1), 1–12.
24. Purwaningtyas, L., Triana, W., & Yazid, A. (2023). Tingkat Pengetahuan Orang Tua tentang Gizi Seimbang dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 0-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Merakurak. JMI: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(8), 1932–1937.
25. Randani, A. I., Baliwati, Y. F., Sukandar, D., & Tanziha, I. (2022). Economic and Consumption Variables and Their Associations with Stunting Prevalence: A Provincial Analysis of the Indonesian Child Nutritional Status Survey 2019. Jurnal Gizi Dan Pangan, 17(1), 57–66.
26. Radiastu, I. W. A., & Tombora, J. H. (2024). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi pada Balita Literature Review. Jurnal Ventilator, 2(4), 216–223.
27. Santoso, S. (2014). Panduan Lengkap SPSS versi 20. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
28. Sari, E. N., Pertiwi, S., & Diana, H. (2024). the Relationship Between Maternal Characteristics and Parenting Patterns in Feeding With the Incidence of Malnutrition Status in Toddlers in Uptd Puskesmas Garawangi Kuningan Regency in 2023. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 12(2), 124–134.
29. Setiawati, I., & Daniati, D. (2025). Gender and nutritional status based on weight-for-age (W/A) in toddlers and its association with stunting cases. International Journal of Health Science and Technology, 6(3), 205–212.
30. Simatupang, R. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadiann Gizi Buruk dan Gizi Kurang Pada Balita di Desa Lasarabagawu Wilayah Kerja Puskesmas Mandrehe Barat Kabupaten Nias Barat Tahun 2019. Jurnal Akrab Juara, 5(3), 46–56.
31. Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
32. Suhaemi, S., Hidayani, H., & Rini, A. S. (2023). Hubungan Pola Asuh Status Gizi Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia, 3(2), 615–622.
33. Suryawan, A., Jalaludin, M. Y., Poh, B. K., Sanusi, R., Tan, V. M. H., Geurts, J. M., & Muhardi, L. (2022). Malnutrition in early life and its neurodevelopmental and cognitive consequences: a scoping review. Nutrition Research Reviews, 35(1), 136–149.
34. Tchuente, B. R. T., Nguedjo, M. W., Ngoumen, D. J. N., De Wandji, G. C. F., Mouafo, H. T., Tambe, B. A., Medoua, G. N., & Tsamo, V. N. (2024). Prevalence and associated factors of coexisting forms of malnutrition in children under 5 years age in a rural area of Cameroon. PLoS ONE, 19(6 June), 1–15.
35. Utami, D. C., & Azizah, A. N. (2023). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 1-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kutasari. Avicenna: Journal Of Health Researh, 6(1), 28–35.
36. Winiastri, D. (2020). Pengetahuan dan Konsumsi Buah dan Sayur Ibu dengan Tingkat Konsumsi Buah dan Sayur Pada Anak Pra Sekolah. Jurnal Info Kesehatan, 10(1), 300–306.
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 FADIA DIVA RAMANDA NASUTION

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
