PENGEMBANGAN COOKIES BERBASIS TEPUNG BIJI KLUWIH (Artocarpus Communis)
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v12i1.1331Abstract
Cookies are a snack favored by Indonesians because they have an attractive taste and shape. Currently the use of flour from tubers and other local foods such as kluwih seed flour in making cookies can increase the nutritional value of cookies as well as reduce dependence on flour. This study aims to determine the effect of adding kluwih seed flour on the organoleptic and chemical properties of cookies, using an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 1 treatment factor, namely the difference in the addition of kluwih seed flour (10%, 15% and 20%). The research was conducted at the Organoleptic Laboratory of the Department of Nutrition, Health Polytechnic of the Aceh Ministry of Health and the Laboratory of Animal Nutrition and Animal Feed Technology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. Statistical analysis using the ANOVA test. On average, the panelists gave favorable responses (4.16 - 4.38) to the color, taste, aroma and texture of cookies with the addition of 10% kluwih seed flour (F1), while for cookies with the addition of 15% kluwih seed flour (F2) and 20% (F3) of the panelists gave somewhat favorable response (3,77−3,86). The results of the chemical properties test showed that the three treatments for cookies had an average moisture content of 2.69-3.02%, ash 1.17-2.57%, fiber 1.70-3.55%, protein 5.16-6. , 03% fat 23.82-23.98% and carbohydrates 65.74-66.30%. Conclusion, the addition of kluwih seed flour had a significant effect on the organoleptic properties of cookies (Pvalue <0.05), and had no significant effect on the chemical properties of cookies (Pvalue <0.05).
Â
Keywords: Cookies, kluwih seed flour, chemical test, organoleptic test
References
Aini, N. (2017). Food Review Indonesia. Bogor Timur: PT. Media Pangan Indonesia.
Anni Faridah, dkk. (2008). Patiseri Jilid 2 Untuk Smk. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Anni Faridah, dkk. (2008). Patiseri Jilid 3 Untuk Smk.. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Anonim, (1992). Daftar Komposisi Bahan Makanan. Direktorat Gizi Dep. Kesehatan RI Bhatara Karya Aksara, Jakarta.
Badan Pusat Statistik. (2009). Produksi Buah-Buahan Menurut Provinsi. http:/bps.go.id. Diakses pada 16 September 2019.
Departemen Perindustrian. 1992. Standar Nasional Indonesia. SNI 01-2972-1992, Biskuit.
Eventi, (2015). Penelitian Pengukuran Kadar Air Buah. Pusat Penelitian dan Pengembangan.
Hamidah,S. (1996). Bahan Ajar Patiseri. Yokyakarta: Universitas Negeri Yokyakarta.
Jairani, NE. (2010). Uji Daya Terima Nasi Dengan Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara Fakultas Kesehatan Masyarakat
Kerompat, ARH., dkk . (2018). Kandungan Serat Kasar dari Bekasang Ikan Tuna (Thunnus sp.) Pada Berbagai Kadar Garam, Suhu dan waktu Fermentasi. Jurnal Ilmiah Sains, Vol. 18 No. 1.
Kristian Triatmaja Raharja. 2016. Dasar Pastry. Surabaya: NSC Press.
Larasati, D. (2016). Perbandingan Tepung Beras Ketan Putih (Ci Asem) dengan Tepung Beras Ketan Hitam (Setail) Dan Konsentrasi Buah Murbei (Morus nigra. L) Terhadap Karakteristik Opak Ketan Hitam. Artikel, 1–14. Bandung: Fakultas Teknik. Program Studi Teknologi Pangan. Universitas Pasundan.
Maulina, A. (2015). Eksperimen Pembuatan Cake Substitusi Tepung Tempe. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang Jurusan Pendidikan Kesejahtraan Keluarga. Fakultas Teknik.
Muhandri, dkk, (2012). Sistem Jaminan Mutu Industri Pangan, IPB Bogor.
Nurhusna, A. (2016). Formulasi, Daya Terima, dan Kandunga Gizi Snack Bar Ganyong Kacang Hijau Bagi Anak Penyandang Autis. Skripsi. Institusi Pertanian Bogor.
Pitojo, S. (2005). Budidaya Keluwih. Yogyakarta : Kanisius.
Putri AAA., dkk (2015). Kualitas Mie Basah Dengan Substitusi Tepung Biji Kluwih (Artocarpus Communis G. Fosrts). Artikel 1-15. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta Fakultas Teknologi.
Rachmawan, AI. (2008). Sereal Berbahan Bau Ubi Jalar Terfortifikasi Kacang Hijau Dan Analisis Kandungan Gizinya. Skripsi. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia.
Suarni. (2009). Prospek pemanfaatan tepung jagung untuk kue kering (cookies). Jurnal Litbang Pertanian, 28(2), 63–71.
Sukatiningsih. (2005). Sifat Fisikokimia Dan Fungsional Pati Biji Kluwih (Artocarpus Communis G.Forst). Jurnal Teknologi Pertanian, 6(3), 163–169.
Sukatiningsih. 2005. Sifat Fisikokimia Dan Fungsional Pati Biji Kluwi (Artocarpus Communis G.Forst). Jurnal Teknologi Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember. Jamber
Tilawati. (2016). Kandungan Protein Kasar, Lemak Kasar dan Serat Kasar Limbah Kulit Kopi yang Difermentasikan Menggunakan Jamur Aspergiluus Niger dan Trichoderma Viride. Skripsi. Makassar: Universitas Hasanuddin Makasar, Fakultas Peternakan.
Winarno, FG. 2002. Kimia Pangan dan Gizi, Gramedia, Jakarta.
Winata, A., Yualiati, K., & Hanggita, S. (2015). Analisis Korelasi Harga dan Mutu Kimiawi Kerupuk di Pasar Tradisional Cinde Palembang. Jurnal Teknologi Perikanan, 4(2), 179–183.
Winata, K. T., Wisaniyasa, N. W., & Ina, P. T. (2018). Pengaruh Perbandingan Terigu Dengan Tepung Kecambah Kacang Tunggak ( Vigna unguiculata, (L.) Walp) Terhadap Karakteristik Cookies. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan, 7(3), 120–129.
Wisti Christiana, AP. (2011). Pembuatan Kue Kering Dengan Ubi Jalar Ungu (Ipoema Batatas poiret). Skripsi. Semarang: Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi Fakultas Teknik Fakultas Teknik universitas Negeri Semarang..
Wulandari, H. (2009). Studi Pembuatan Tepung Biji Kluwih (Artocarpus Communis) dan Pemanfaatannya Dalam Pembuatan Cookies dan Stik. Skripsi. Padang: Fakultas Teknologi PertanianUniversitas Andalas.
Wulandari, KF., Setiani, E. B., &Susanti, S. (2016). Analisis Kandungan Gizi, Nilai Energi dan organoleptic Cookies Tepung Beras dengan Substitusi Tepung Sukun. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(4), 183.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).