PENINGKATAN PERAN KADER DASA WISMA DALAM PENCEGAHAN RISIKO PTM (PENYAKIT TIDAK MENULAR) DI KECAMATAN DAWAN
DOI:
https://doi.org/10.33992/jgk.v12i1.888Keywords:
Edukasi- Pengetahuan, Motivasi dan Peran Kader- Penyakit Tidak MenularAbstract
Non-communicable diseases are cases that have increased so far. One effort that can be done to reduce the risk factors and impacts of Non-communicable diseases is to activate Dasawisma cadres. Dasawisma cadres are a form of community participation in helping to control the factors related to sustainability and sustainability. The purpose of this study is to study the evolution of groups in increasing the role of dasawisma cadres in doing opposing Non-communicable diseases. This study used a quasi-experimental design using the pretest-posttest control group design. The number of samples is 80 cadres which are divided into 2 groups and technical samples are taken by Multistage Random Sampling technique. The intervention group was given education about Non-communicable diseases refusal and modules, while the control group only participated in the Posbindu activity and provided the module at the end of the activity. Data analysis using t-test, Mann-Whitney test, and Wilcoxon signature test. The results showed that there was a difference in knowledge = 0.004 motivation = 0,000 and role = 0,000 between intervention groups with control in Non-communicable diseases competition (p-value <α = 0.05). Related to the cadre training carried out sustainable knowledge, motivation, and the role of cadres in the Non-communicable diseases struggle can continue to be maintained and improved.
References
UGM. Penyakit Tidak Menular Terus Meningkat [Internet]. 2016. Available from: https/ugm.ac.id
R.I K. Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular; 2012.
WHO. Quality and Implementation of WHO-FIC [Internet]. 2012. Available from: https://www.who.int/classifications/network/meetings/en.geneva
Dinkes Pasuruan. Profil Kesehatan Kabupaten Pasuruan Tahun 2013. 2014.
Suarjaya K. Kematian akibat Penyakit Tidak Menular di Bali Meningkat [Internet]. 2016. Available from: rri.co.id
Dinkes Pasuruan. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Fator Risiko PTM [Internet]. 2014. Available from: http://dinkes.pasuruankota.go.id/93/
Dinkes Prop. Bali. Profile Kesehatan Propinsi Bali 2014 [Internet]. 2015. Available from: www.depkes.go.id.resources.download.Profil.FPROFIL KES_PROVINSI 2014.Bali
Desmita. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. RemajaRosdakarya; 2010.
Robbins SP. Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi. 8th ed. Jakarta: Prenhallindo; 2008.
Nurzuliana. Lampiran Kepmenkes RI Nomor 128/Menkes. 2009.
Suhat dan Hasanah R. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Keaktifan Kader dalam Kegiatan Posyandu (Studi di Puskesmas Palasari Kabupaten Subang). J Kesehat Masyaraka [Internet]. 2014;10(1). Available from: https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas/issue/view/366http
Terry, George R. dan Rue LW. Dasar-Dasar Manajemen. Terjemahan G. A. Ticoalu. Jakarta: Bumi Aksara; 2010.
Ravianto J. Produktivitas dan Manusia Indonesia. Jakarta: Siup; 1986.
Setiawati.S dan A Dermawan. . Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta: Trans info Media; 2008.
Setyatama I. Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Kader Dengan Peran Kader Posyandu Lansia Di Desa Kangkung Kecamatan Mraggen, Kabupaten Demak. 2012; Available from: jurnal.abdihusada.ac.id/index.php/jurabdi/article/view/25
Arif M. Kapita Selekta Kedokteran. 3rd ed. Jakarta: Penerbitan Media Aesculapius FKUI; 2008.
Jansen, J., Renes, R. J., & Lam TJGM. Evaluation of two communication strategies to improve udder health management. J Dairy Sci. 2010;93(2):604–12.
Pender N.J., Murdaugh,C.L. PM. Health promotion in nursing practice. 4th ed. New Jersey: Pearson Education.; 2002.
Mubarak W. Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2007.
Notoatmojo. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2007.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).