Terapi Menulis Ekspresif terhada Pengungkapan Diri (Self Disclosure) pada Orang dengan HIV/AIDS
DOI:
https://doi.org/10.33992/jgk.v14i1.1573Keywords:
Menulis ekspresif, Pengungkapan diri, HIV/AIDSAbstract
References
Kemenlu. HIV/AIDS kenali untuk dihindari. Deplu. 2020.
UNAIDS. United Programme on HIV/AIDS Data 2020. 2020.
Khairani. Infodatin HIV Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta Selatan: Kementerian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi. 2020: 1–12 p.
Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Profil Dinas Kesehatan Kota Denpasar Tahun 2019. 2020;81–5.
Kristianus, Santosa. Keterbukaan Diri ODHA (Orang dengan HIV / AIDS) terhadap Pasangannya dalam Menghadapi Stigma Masyarakat. Jurnal Interaksi Online. 2018;7(1):117–32.
Kumalasari G. Hubungan Social Self Disclosure Dengan Gangguan Mental Emosional Pada Orang Dengan Hiv/Aids Di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Chmk Nursing Scientific Journal. 2019;3(1):46–52.
Candra IW, Intan Astri Dewi AG. Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Pada Orang Dengan Hiv/Aids (Odha). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. 2017;4(2):133–45.
Imannawati I. Pengaruh Expressive Writing Terhadap Self Disclosure pada siswa kelas XI. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta; 2015.
Rohmah LF, Pratikto H. Expressive Writing Therapy Sebagai Media Untuk Meningkatkan Kemampuan Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Pada Pasien Skizofrenia Hebefrenik. Psibernetika. 2019;12(1):20–8.
Yukaristia. Literasi Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Problematika Sosial di Indonesia. Sukabumi: CV Jejak (Jejak Publisher); 2019.
Kumalasari G. Pengaruh Terapi Supportif Kelompok Terhadap Keterbukaan Diri Orang Dengan Hiv/Aids Di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Jurnal Kesehatan Mesencephalon. 2020;6(1):69–75.
Permatasari, Nurhidayati, Puspitasari. Pengaruh Persepsi Stigma terhadap Pengungkapan Status Diri ODHA di Kelompok Dukungan Sebaya. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmu STIKES Kendal. 2020;11
Fikri. Pengaruh Menulis Pengalaman Emosional Dalam Terapi Ekspresif Terhadap Emosi Marah Pada Remaja. Humanitas Indonesian Psychol ogical Journal. 2012;9(2).
Kemenlu. HIV/AIDS kenali untuk dihindari. Deplu. 2020.
UNAIDS. United Programme on HIV/AIDS Data 2020. 2020.
Khairani. Infodatin HIV Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta Selatan: Kementerian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi. 2020: 1–12 p.
Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Profil Dinas Kesehatan Kota Denpasar Tahun 2019. 2020;81–5.
Kristianus, Santosa. Keterbukaan Diri ODHA (Orang dengan HIV / AIDS) terhadap Pasangannya dalam Menghadapi Stigma Masyarakat. Jurnal Interaksi Online. 2018;7(1):117–32.
Kumalasari G. Hubungan Social Self Disclosure Dengan Gangguan Mental Emosional Pada Orang Dengan Hiv/Aids Di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Chmk Nursing Scientific Journal. 2019;3(1):46–52.
Candra IW, Intan Astri Dewi AG. Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Pada Orang Dengan Hiv/Aids (Odha). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. 2017;4(2):133–45.
Imannawati I. Pengaruh Expressive Writing Terhadap Self Disclosure pada siswa kelas XI. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta; 2015.
Rohmah LF, Pratikto H. Expressive Writing Therapy Sebagai Media Untuk Meningkatkan Kemampuan Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Pada Pasien Skizofrenia Hebefrenik. Psibernetika. 2019;12(1):20–8.
Yukaristia. Literasi Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Problematika Sosial di Indonesia. Sukabumi: CV Jejak (Jejak Publisher); 2019.
Kumalasari G. Pengaruh Terapi Supportif Kelompok Terhadap Keterbukaan Diri Orang Dengan Hiv/Aids Di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Jurnal Kesehatan Mesencephalon. 2020;6(1):69–75.
Permatasari, Nurhidayati, Puspitasari. Pengaruh Persepsi Stigma terhadap Pengungkapan Status Diri ODHA di Kelompok Dukungan Sebaya. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmu STIKES Kendal. 2020;11
Fikri. Pengaruh Menulis Pengalaman Emosional Dalam Terapi Ekspresif Terhadap Emosi Marah Pada Remaja. Humanitas Indonesian Psychol ogical Journal. 2012;9(2).
Pennebaker JW, Graybeal A. Patterns of Natural Language Use: Disclosure, Personality, and Social Integration. Current Directions in Psychological Science. 2001;10(3):90–3.
Ifdil Ifdil, Zarian Ardi. Konsep Dasar Self Disclosure dan Pentingnya Bagi Mahasiswa Bimbingan Konseling. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. 2013;XIII(1):110–7.
Sari, Andayani, Masykur. Pengungkapan Diri Mahasiswa Tahun Pertama Universitas Diponegoro Ditinjau Dari Jenis Kelamin Dan Harga Diri. Jurnal Psikologi. 2016;3(2):11–25.
Hargie OD, Tourish D, Curtis L. Gender, religion, and adolescent patterns of self-disclosure in the divided society of Northern Ireland. Adolescence. 2001;36(144):665–79.
Jourard S. The Transparent Self. Revised Ed. New York: Van Nostrand Reinhold; 1971.
Bello SI, Bello IK. Quality of Life of Hiv/Aids Patients in a Secondary Health Care Facility, Ilorin, Nigeria. Baylor Univ Med Cent Proc. 2013;26(2):116–9.
Benokraitis N. Marriages & Families: Changes, Choices, and Constraints. 8th ed. Pearson; 2014.
Arif M. Pengaruh Perbedaan Jenis Kelamin dalam Menulis Teks Deskriptif. J Spirit Pro Patria. 2017;2(1)
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License, which permits others to share the work with proper acknowledgment of authorship and initial publication in this journal.
Authors are permitted to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), provided that the original publication in this journal is acknowledged.
Authors are also permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their personal websites) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work (see the Open Access Effect).










