GAMBARAN PERAWATAN HIPERTERMI PADA ANAK SAKIT DI RUMAH SAKIT
DOI:
https://doi.org/10.33992/jgk.v11i2.561Keywords:
Care, Hypertermia, Sick ChildAbstract
Overview of Hypertermia Care in Sick Children at the Hospital. The purpose of this study was to obtain an overview of the hyperterm care carried out in sick children at the hospital. This study uses a qualitative research design with a case study approach. The participants of this study were 6 people, namely 2 nurses who treated sick children and 4 sick children who were being treated. Participants were considered valid as informants because the 2 nurses had experience in hyperthermia care in the orchid room while 4 sick children were considered valid as information during observation of participation. Data from interviews, observations and documentation were analyzed according to miles and huberman including reduction, presentation and verification. It was concluded that hyperthermia in typhoid patients and dengue fever had a body temperature above 3.7 degrees of Celcius and was given paracetamol as a fever with education to drink lots and warm compresses could come down within 3 days.
References
Perry dan P. Fundamental Keperawatan Buku 3 (10 Th.ed). Jakarta.; 2010.
Nanda. Diagnosa Keperawatan Difinisi Dan Klasifikasi. Yogyakarta: Digna Pustaka,; 2013.
Elisabeth Purba I, Wandra T, Nugrahini N, Nawawi S, Kandun N. Program Pengendalian Demam Tifoid di Indonesia: Tantangan dan Peluang. Media Penelit dan Pengemb Kesehat. 2016;26(2):99-108. doi:10.22435/mpk.v26i2.5447.99-108.
Azhari AR, Darundiati YH, Astorina N, Dewanti Y. Higeia Journal of Public Health. 2017;1(4):163-175.
Bruner dan suddarth. Medical Bedah. Jakartaa: EGC; 2013.
Graneto J. Pediatric Fever. Chucago university; 2010.
Tarwoto, Wartonah. Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan. 5th ed. Jakarta: Salemba Medika; 2015.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).