Senam Kaki Meningkatkan Kelembaban Kulit Kaki pada Diabetisi
DOI:
https://doi.org/10.33992/jgk.v9i1.1767Keywords:
Senam kaki, Kelembaban kulit kaki, DiabetisiAbstract
References
Clayton, W. & Elasy, T. 2009. A Review of the Pathophysiology, Classification, and Treatment of Foot Ulcers in Diabetic Patients. Clinical Diabetes, 27 (2): 52-58.
Depkes RI.2009. Tahun 2030 Prevalensi Diabetes Melitus Di Indonesia Mencapai 21,3 Juta Orang. Jakarta: Depkes RI.
Purwanto, B. 2014. SPA Kaki Diabetesi (layanan Estetika pada Kaki Penderita Kencing Manis). Cetakan I. Yogyakarta: Gava Media.
Potter & Perry. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi 4. Volume 2. Jakarta: EGC.
Handaya, Y. 2015. Tepat dan Jitu atasi Ulkus kaki Diabetes. Edisi I. Yogyakarta: Andi Offset.
Kumar, Vinay. 2007. Buku Ajar Patologi. Edisi 7. Vol. 1. Jakarta: EGC.
Markendeya, N., Martina V., Mathew, A. 2000. Sweat function in the diabetic foot. Indian J Dermatol Venereol Leprol, 70 (1): 18-19.
Rini, T. R.2008. Faktor-faktor Risiko Ulkus Diabetika pada Penderita Diabetes Melitus (Studi Kasus di RSUD Dr. Moewardi Surakarta), (Online), (http://eprints.undip.ac.id), diakses 16 September 2013).
Samer, K.H., 2012. Prevalence of Skin Manifestations in Diabetes Mellitus at King Abdulaziz University Hospital. Saudi Journal of Internal Medicine, 2 (1): 19-22.
Setiawan, Y., 2013. Senam Kaki untuk Penderita Diabetes Melitus. (online), (http://www.lkc.or.id), diakses 21 Januari 2014.
Smeltzer, S. & Bare, B. 2008. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Brunner& Suddarth. Volume 3 Edisi 8. Jakarta : EGC.
Smeltzer, S.C., Bare, B.G., 2010. Brunner and Suddarth's Textbook of Medical Surgical Nursing. 12th Edition ,Volume 1. United States of America: Lippincott Williams & Wilkins.
Soegondo, S. 2009. Hidup Secara Mandiri dengan Diabetes Melitus, KencingManis, Sakit Gula. Jakarta: FKUI.
Subekti, I. 2010. Neuropati Diabetik. Dalam: Sudoyo A.W. dkk (ed).Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Edisi V. Jakarta: Interna Publishing. 1947-1956.
Sunaryo, T. dan Sudiro. 2014. Pengaruh Senam Diabetik Terhadap Penurunan Resiko Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien DM Tipe 2 di Perkumpulan Diabetik , (online). (http: //www. Poltekkes-solo..ac.id). diakses 29 April 2015.
Suyono, S. 2009. Patofisiologi Diabetes Melitus dalam Soegondo, dkk (ed), Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Edisi Ke 2. Jakarta: Badan Penerbit FKUI
Wahyuni. T.D. 2013. Ankle Brachial Index (ABI) Sesudah Senam Kaki Diabets pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. (online). (http: //ejournal. umm.ac.id). diakses 29 April 2015.
Waspadji, S. 2010. Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme Terjadinya, Diagnosis, dan Strategi Pengelolaan. Dalam: Sudoyo A.W. dkk (ed). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Edisi V. Jakarta: Interna Publishing.1922-1929.
Yunir, EM. Dan Suharko Soebardi. 2010. Terapi non Farmakologis pada Diabetes Melitus. Dalam: Sudoyo A.W. dkk (ed).Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Edisi V. Jakarta: InternaPublishing.1891-1895
Yudhautama, H.S., 2015. Diagnosis dan Penatalaksanaan Ulkus Diabetikum. (online). (http: pkko.fik.ui.ac.id.). diakses 29 April 2015.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).