Identification Of Rhodamin B Syntethic Dye On School Children Snacks In Peguyangan Kangin Village City Of Denpasar
DOI:
https://doi.org/10.33992/jig.v10i3.1149Abstract
School children's snacks are food or drinks that have been processed in such a way that can be directly served to consumers especially for schoolchildren who are outside the school cafeteria. Adding dye to food is done for some purpose, which gives the impression of attracting attention to consumers. School children's snacks are a very concern for people, especially parents and teachers, because this food is very risky against chemical contamination or its toxication, so it can have a bad impact on the health of short term natural d. Especially chemical contamination often misused is the synthetic dye Rhodamin B. Rhodamin B is a synthetic dye of red or pink color givers that are usually used for textiles and paper so it is dangerous when consumed. The use of Rhodamin B in prolonged (chronic) food will result in impaired liver function and cancer. The purpose of this research is to identify whether it contains the dye Rhodhamin B in the school children's food in Peguyangan Kangin village Denpasar city. The study uses a descriptive observational without giving intervention. Samples are taken in purposive sampling. Number of samples as many as 12 children's snacks namely macaroni, sugar ice, cilok sauce, sempol sauce, wax ice, doger ice, jelly candy, pop corn, cassava balls, and bijik. Identification of Rhodamin B synthetic dyes in children's snacks were tested in the laboratory department of Nutrition Poltekkes Kemenkes Denpasar by using method the Rhodamin B Test Kit type II series Fast Test with category limit sensitive of 10 mg/l. Based on the results of the research that has been done can be concluded that 12 samples of food school children do not detection contain synthetic dye substances Rhodamin B through qualitative test in the laboratory department of Nutrition Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Â
Keywords: School children's snacks, Rhodamin B
References
Sumaryani, K, Agustini, N.P., Nanak Antarini, A.A. 2013. Karya Tulis Ilmiah dalam judul Identifikasi Rhodamin B Pada Jajan Kembang Goyang dan Jajan Sirat Di Desa Pekutatan Kabupaten Jembrana. JIG Vol. 5 No. 1. Poltekkes Denpasar
BPOM RI. (2008). Rhodamin B. Pustaka Belajar
BPOM RI. 2006. Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Pustaka Belajar
Cahyadi, Wisnu. 2008. Bahan Tambahan Pangan. Jakarta : PT Bumi Aksara
Laksono. 2012. Zat Pewarna Tekstil. Jakarta : ECG
Lazuardi. 2010. Penambahan Zat Pewarna Dalam Pangan. Yogyakarta : ECG
Pijoto, Setijo dan Zumiati. 2009. Pewarna Nabati Makanan. Yogyakarta : Kanisius
Pudjirahayu, Astutik. 2018. Pengawasan Mutu Pangan. Jakarta : ECG
Rahmadani, Meilida dan Apriani. 2017. Jurnal Analis Kesehatan Klinikal Sains. Identifikasi Zat Pewarna Makanan Rhodamin B dan Methanil Yellow Pada Jajanan Anak SD Di SDN Rawa Buaya 05 PT dan 08 PG Jakarta Barat. Vol 5, No. 2 Universitas Abdurrab
Wardhani, Fadillah Eka. 2018. Karya Tulis Ilmiah dalam judul Analisis Kualitatif Zat Pewarna Rhodamin B Pada Saus Tomat Yang Beredar Di warung Makan Kelurahan Anduonohu Kota Kendari. Poltekkes Kendari (online) Available hhtps://repository.poltekkes-kdi.ac.id.pdf [Diakses pada 12 November 2019]
Winarno. 2004. Penambahan Zat Pewarna Dalam Tambahan Pangan. Jakarta : PT. Pustaka Harapan
Yasmin, dkk. 2010. Perilaku Penjaja Pangan Jajanan Anak Sekolah Terkait Gizi dan Keamanan Pangan di Jakarta dan Sukabumi. Jurnal Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia, Volume 5, No. 3, Edisi November 2010
Yuliarti, N. 2007. Awas! Bahaya Di Balik Lezatnya Makanan. Yogyakarta : Andi Yogyakarta
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).