Pemberian Senam Kaki Menggunakan Bola Tennis Lebih Efektif Dibandingkan Menggunakan Koran Dalam Meningkatkan Sensitivitas Kaki Pasien DM
DOI:
https://doi.org/10.33992/jgk.v17i1.3345Keywords:
senam kaki, diabetes mellitus, sensitivitas kakiAbstract
References
World Health Organization(WHO). Diabetes. (Diakses Pada Tanggal 30 September 2023). 2023
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. 2018
Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem. Profil Kesehatan Kabupaten Karangasem. 2018
Rahman, A., Maryuni, S., & Rahmadhani, A. D. Pengaruh Latihan Senam Kaki Diabetes Terhadap Sensitivitas Kaki pada Penderita Diabetes Melitus. 2021
Prabawati, D., Sari, P., & Neonbeni, Y. Pendidikan Kesehatan Tentang Perawatan Dan Senam Kaki Pada Pasien Diabetes. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(3), 624. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.4825. 2021
Yora Nopriani, & Silvia Ramadhani Saputri. Senam Kaki Diabetes Pada Penderita Diabetes Melitus (Studi Literatur). Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan, 11(22), 97–109. https://doi.org/10.52047/jkp.v11i22.117. 2021
Brahmantia, B., Falah, M., Rosidawati, I., Sri R, A., & Dinia F, N. Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Sensitivitas Kaki Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Parungponteng Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Healthcare Nursing Journal, 2(2), 15–19. https://doi.org/10.35568/healthcare.v2i2.862 2020
Oktorina, R., Kartika, Y., Wahyuni, A., Fort, U., Bukittinggi, D. K., Studi, P., Ners, P., Kesehatan, F., Muhammadiyah, U., & Barat, S. Perbandingan Sensitifitas Kaki Antara Senam Kaki Menggunakan Koran Dan Kelereng Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii. Jurnal Endurance, 6(2), 385–392. https://doi.org/10.22216/jen.v6i2.380 2022
Ningrum, T. K., Maswarni, M., Isza, M., & Putri, S. D. Efektifitas Edukasi Kesehatan Demonstrasi Senam Kaki Diabetes Terhadap Peningkatan Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus. Menara Medika, 4(2), 157–164. https://doi.org/10.31869/mm.v4i2.3084 2022
Sanjaya, P. B., Yanti, N. L. P. E., & Puspita, L. M. Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Sensitivitas Kaki pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Community of Publishing in Nursing (COPING), 7(2), 97–102. 2019
Artina, & Aprilla, N. Efektifitas Senam Kaki Diabetik Dengan Koran Terhadap Tingkat Sensitivitas Kaki Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Rumbio Wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Jurnal Excellent, 1(1), 9–14. 2022
Pristiani, S. N., Hartoyo, M., & Nurullita, U. Pengaruh Latihan Active Lower Range of Motion Terhadap Sensitivitas Sentuh Kaki Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kedungmundu Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 3(3), 158–165. 2020
Syah, I., & Oktorina, R. Efektifitas Buerger Allen Exercise Dengan Range of Motion (Rom) Terhadap Nilai Sensitifitas Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii. Jurnal Endurance, 6(1), 135–143. https://doi.org/10.22216/jen.v6i1.150 2022
Mukaromah, I., Noor, M. A., & Janitra, F. E. Pengaruh Kombinasi Latihan Range Of Motion ( ROM ) Kaki Dan Senam Kaki Terhadap Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Demak II. 046(2), 263–270. 2022
Putriyani, N., Mulyaningsih, M., & Hartutik, S. Range of Motion (ROM) Aktif Kaki Meningkatkan Sensitivitas Kaki pada Penderita Diabetes Melitus. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 1(1), 21–24. https://doi.org/10.30787/asjn.v1i1.650. 2020
Suarniati, S., Hasanuddin, F., & Nasriani, N. Penerapan Senam Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus. Alauddin Scientific Journal of Nursing, 2(1), 32–40.
Candra Dinata, I.M., Achjar, K.A.H., Gama, I.K., Sudiantara, I.K., Gambaran Pemberian Terapi asenam Kaki Diabetes pada Lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II. Jurnal Gema Keperawatan , Vol.15 No.2. 2022
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).









