Efek Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) terhadap Perubahan Jumlah Osteoklas Area Tekanan Pergerakan Ortodonti pada Gigi Tikus
Abstrak
Gaya mekanis ortodonti menghasilkan area tekanan dan tarikan sebagai proses remodeling tulang alveolar untuk keberhasilan dalam perawatan ortodonti. Area tekanan tersebut untuk menyiapkan ruang sebagai arah pergerakan gigi dan ruang tersebut akan terbentuk sebagai akibat aktifitas osteoklas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap perubahan jumlah osteoklas pada area tekanan pergerakan gigi ortodonti tikus. Desain penelitian adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design. Sampel berupa 36 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 9 kelompok: kontrol negatif (tanpa gaya, tanpa ekstrak), kontrol positif (diberi gaya mekanis), dan perlakuan (diberi gaya mekanis + ekstrak sirih merah 20 mg/kgBB) dengan waktu pengamatan 1, 3, dan 7 hari. Gaya mekanis diberikan pada gigi molar 1 rahang atas menggunakan Nickel-Titanium Closed Coil Spring dengan gaya sebesar 2,116 oz. Hasil penelitian menunjukkan jumlah osteoklas rata-rata tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan 1 hari (36,25), 3 hari (33,5), dan 7 hari (34,75) yang meningkat secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Aktivitas antioksidan ekstrak sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 40,2977 µg/ml. Berdasarkan pengamatan terjadi perubahan peningkatan jumlah osteoklas pada area tekanan dibandingkan kelompok kontrol, terutama pada pengamatan hari ke-7, yang berpotensi mempercepat pergerakan gigi ortodonti.
Kata kunci: daun sirih merah, gaya mekanis ortodonti, osteoklas, area tekanan, remodeling tulang.
