KEADAAN SANITASI LINGKUNGAN BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KINTAMANI VI BANGLI

Authors

  • Ida Bagus Gede Baskara Poltekkes Kemenkes Denpasar / HAKLI Daerah Bali, Indonesia
  • I Wayan Sudiadnyana Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33992/jkl.v14i2.3727

Keywords:

Environmental Sanitation, Stunting, Toddlers.

Abstract

Stunting is a growth disorder in children as a result of chronic malnutrition. Nutritional problems are closely related to environmental factors. Poor sanitation can cause diarrhea in toddlers and impaired absorption of nutrients. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting in toddlers. The research design used analytical observation with a case control approach. The research sample was the total population, namely all toddlers who experienced stunting in November 2023, totaling 97 people and the control was toddlers who were not stunted, totaling 97 people. The results of the study in the case group who had poor sanitation were 80 people (82.5%), and good sanitation were 17 people (17.5%). In the control group, there were 9 people (9.3%) with poor sanitation, and 88 people (90.7%) with good sanitation. The results of the statistical test using Chi Square obtained a p value = 0.000. Thus, there is a relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting in the Kintamani VI Health Center Technical Implementation Unit. It is recommended that residents pay more attention to environmental sanitation, especially the physical quality of water sources, waste sorting, management and ownership of toilets.

Author Biographies

Ida Bagus Gede Baskara, Poltekkes Kemenkes Denpasar / HAKLI Daerah Bali

Kesehatan lingkungan

I Wayan Sudiadnyana, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Kesehatan Lingkungan

References

Sutadarma, I. W. G. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI 10430 at https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1222/gula-si-manis-yang-menyebabkan-ketergantungan (2022).

Junanda, S. D., Yuliawati, R., Rachman, A., Pramaningsih, V. & Putra, R. Hubungan Antara Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dengan Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Wonorejo Samarinda Tahun 2022. J. Kesehat. 15, 199–205 (2022).

Pibriyanti, K. et al. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Modifikasi pada Balita Gizi Kurang dan Peningkatan Pengetahuan Ibu. BERNAS J. Pengabdi. Kpd. Masy. 5, 678–689 (2024).

Khoirun Nisa, D. M. & Sukesi, T. W. Hubungan Antara Kesehatan Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. J. Kesehat. Lingkung. Indones. 21, 219–224 (2022).

Mia, H., Sukmawati, S. & Abidin, U. wusqa A. Hubungan Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Kurma. J. Peqguruang Conf. Ser. 3, 494 (2021).

Arda Dinata. Peran Kesehatan Lingkungan Atasi Stunting - Loka Litbangkes Pangandaran. Kemenkes.Go.Id 1–5 (2022).

Iman, T. F. A. H., Tambunan, L. N. & Baringbing, E. P. Hubungan Sanitasi Lingkungan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita. J. Surya Med. 8, 222–226 (2022).

Yuliani Soeracmad, Y. S. Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Puskesmas Wonomulyo Kabupaten polewali Mandar Tahun 2019. J-KESMAS J. Kesehat. Masy. 5, 138 (2019).

Amilia, I. D. Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. 2003–2005 (2022).

Kesehatan, D. Profil Kesehatan Kabupaten Bangli Tahun 2022. vol. 2 (2022).

Kemekes. Sanitasi Buruk Bisa Berdampak pada Stunting - Stunting. (2022).

Published

2025-05-16

Issue

Section

Artikel

Citation Check

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.