Efektifitas Mengonsumsi Susu Kedelai terhadap Kadar Kolesterol pada Lansia yang Menderita Hipertensi

Yauwan Tobing Lukiyono, Salfa Salsabilah Zain

Abstract


Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang sering diderita banyak orang, tak terkecuali adalah lansia. Salah satu penyebab terjadinya hipertensi pada lansia adalah adanya faktor dari peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini bisa terjadi dikarenakan adanya pola makan yang buruk seperti banyak mengkonsumsi makanan tinggi lemak. Apabila hal ini dibiarkan dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak dalam pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan dalam pembuluh darah arteri atau yang disebut sebagai aterosklerosis. Jika penyumbatan darah terganggu akan menyebabkan berkurangnya elastisitas dinding pembuluh darah dan aliran darah menjadi terganggu sehingga berdampak pada besarnya tekanan saat jantung memompa darah. Susu kedelai dipilih dikarenakan terdapat kandungan isoflavon yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah (Andriani, 2016). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh konsumsi susu kedelai terhadap kadar kolesterol pada lansia penderita hipertensi. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan desain pretest-postest with control group design. Sampel penelitian ini sebanyak 36 responden lansia yang dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok yang mengkonsumsi susu kedelai sebanyak 150 ml per hari, kelompok yang mengkonsumsi sebanyak 300 ml per hari, dan kelompok yang mengkonsumsi susu kedelai sebanyak 450 ml per hari. Setiap kelompok memilki waktu perlakuan yang sama yaitu dilakukan dalam waktu 14 hari. Pemeriksaan kadar kolesterol dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah perlakuan, dan setiap pemeriksaan dilakukan 2 kali pengulangan. Hasil analisa uji statistika menggunakan Anova One Way adalah tidak terdapat pengaruh konsumsi susu kedelai terhadap kadar kolesterol pada lansia penderita hipertensi dikarenakan nilai p = 0,169 (p>0,05),Tidak terdapat pengaruh pada lansia yang mengkonsumsi susu kedelai sebnayak 150 ml per hari terhadap kadar kolesterol pada lansia penderita hipertensi nilai p =0,078 (p>0,05). Tidak terdapat pengaruh pada kelompok lansia yang mengkonsumsi susu kedelai sebanyak 300 ml perhari selama 14 hari terhadap kadar kolesterol lansia penderita hipertensi nilai p = 0,151 (p>0,05). Terdapat pengaruh lansia yang mengkonsumsi susu kedelai sebanyak 450 ml per hari selama 14 hari pada lansia penderita hipertensi nilai p = 0,026 (p<0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh konsumsi susu kedelai terhadap kadar kolesterol pada lansia penderita hipertensi.

Keywords


Hipertensi, Kadar Kolesterol, Lansia, Susu Kedelai

References


Arif, Djauhar & Hartinah, Dewi. 2013. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Pusling Desa Klumpit UPT Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus. Jikk. Volume 4. Nomor 2. (18 - 24)

Barrasa, G. R. R., González Cañete, N. and Boasi, L. E. V. 2018 ‘Age of Postmenopause Women: Effect of Soy Isoflavone in Lipoprotein and Inflammation Markers’, Journal of Menopausal Medicine, 24(3), p. 176. doi: 10.6118/jmm.2018.24.3.176.

Kumanan, T. et al. (2018) ‘Hypertension “The Silent Killer” A Guide for Primary Care Physicians and Healthcare Professionals’

Lestari, A. Handini, M.C. Sinaga, T. R. 2018. Faktor Resiko Kejadian Dislipidemia Pada Lansia (Studi Kasus Kontrol Pada Lansia di Poli Lansia RSUD. Bangkinang Kabupaten Kampar Tahun 2016 - 2017). Jurnal Riset Hesti

Medan. 3 (2). pp 16 - 26.

Nugraha, Gilang. 2017. Panduan Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Dasar Edisi 2. Trans Info Media : Jakarta

Nugraha, G. & Badrawi, I. 2018. Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboraorium Klinik. Trans Info Media : Jakarta

Oshima, A. et al. (2017) ‘Analysis of isoflavones and coumestrol in soybean sprouts’, Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry, 8451(December), pp. 1–3. doi: 10.1080/09168451.2016.1196577.

Permenkes RI NO. 30 tahun 2013 tentang Pencantuman InformasiKandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta : Bandung

Waugh, A & Grant, A. 2014. Ross and Wilson Anatomy and Physiology in Health and Ilness 12th Edition. Churchill Livingstone : Elsevier




DOI: https://doi.org/10.33992/jsh:tjoh.v19i2.2163

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


    

Web Analytics Made Easy - Statcounter

View My Stats