Efektifitas Edukasi Pencegahan HIV/ AIDS Melalui Small Group Discussion Pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.33992/ms.v2i2.998Abstrak
Â
                   Cases of HIV / AIDS in Indonesia are increasing rapidly, free behavior and lifestyles have made this case go fast. This is possible because of the lack of access to information obtained by adolescents relating to HIV-AIDS. The results showed knowledge of HIV and AIDS in adolescents with less categories are still quite large, which is 48.9 percent.The aim of community service is to Increase the knowledge of adolescents about HIV / AIDS in SMA The working area of the Sukawati I Gianyar Health Center, with the education method through small group discussions. (70.7%) and 29.3% level of knowledge is good and after being educated the level of knowledge of adolescents mostly becomes good (90%). The analysis showed that there were differences from 75 teenagers who had better knowledge than before, and there were differences in scores between pre-test and post-test with a value (z) of -7,588a. Wilcoxon test results of knowledge of adolescents found a significant value (p) of 0,000 can be concluded that education on HIV AIDS prevention is effective through small group discussions on adolescents.
Â
Keywords: Education, HIV / AIDS, Small Group Discussion
Â
Referensi
Ditjen P2P Kemenkes RI. Laporan situasi perkembangan HIV/AIDS di Indonesia Januari- Maret 2016 [Internet]. 2016. Available from: http://spiritia.or.id/ Stats/StatCurr.pdf diakses 11 November 2017
Dinkes Kabupaten Tabanan. Profil kesehatan Kabupaten Tabanan tahun 2014 [Internet]. 2015. Available from: http ://www.depkes.go.id di akses 12 November 201
Dinkes Kabupaten Tabanan. Profil kesehatan kabupaten Tabanan tahun 2015 [Internet]. 2016. Available from: http ://www.depkes.go.id di akses 12 November 2017
Dinas kesehatan Kabupaten Tabanan. Profil Kesehatan Kabupaten Tabanan Tahun 2016 [Internet]. 2017. Available from: http ://www.depkes.go.id di akses 12 November 2017
Sudikno, Bona Simanungkalit S. Pengetahuan Hiv Dan Aids Pada Remaja Di Indonesia ( Analisis Data Riskesdas 2010 ) Teenagers ’ Knowledge on HIV and AIDS in Indonesia ( Basic Health Research Analyses 2010 ). 2010;1:145–54. Available from: ejournal.litbang.depkes.go.id
Yuliantini H. Tingkat pengetahuan HIV/AIDSdan sikap remaja terhadap prilaku seksual pranikah di SMA X di JakartaTimur. 2012.
Purwanto A. Pendidikan Kesehatan Melalui Audiovisual Sebagai Upaya Pencegahan HIV /AIDS Pada Remaja Di SMA Muhammadiyah Bantul. Naskah Publ. 2017;
Sanjaya. strategi pembelajarn berorientasi standar pendidikan. Jakarta: Kencana; 2010.
Bakara DM, Esmianti F, Wulandari C. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Hiv / Aids Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Di Sma Negeri 1 Selupu Rejang Tahun 2013 ( The Effect of Health Counseling on HIV / AIDS on The Knowledge Level of Students at SMA Negeri 1 Selupu Rejang in 2013 ). 2014;17:227–31.
Candraditya Z, Studi P, Masyarakat K, Kesehatan FI, Surakarta UM. 2015 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Hiv-Aids Dengan Media Buku Komik Terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Daya Terima Siswa Dalam Pencegahan HIV-AIDS Di SMA Surakarta,Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas. 2015.
Izzan A. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung:Humaniora; 2009.
Hartono R. Ragam Model Mengajar yang Mudah Diterima Murid. Jogjakarta :DIVA Press; 2013.
Isfirochah S. Melalui Pembelajaran Small Group Discussion Pokok Bahasan Kisah Sahabat. 2012.
Mubarok. Ilmu Kesehatan Masyarakat Teori dan aplikasi ,. Jakarta:Salemba Medika; 2009.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).