Penyuluhan Tentang Suntik Tetanus Toksoid Kepada Ibu Hamil Primigravida Di Pesisir Loun
DOI:
https://doi.org/10.33992/ms.v1i4.1362Abstrak
In 2008 there were cases of Tetanus Neonatorum with 91 cases of death or a Case Fatality Rate (CFR) of 55%. Most of the cases of Tetanus Neonatorum were babies whose deliveries were assisted by traditional birth attendants. Tetanus neonatorum is a tetanus disease that occurs in neonates (infants less than 1 month old) caused by Clostridium tetani, which is a germ that releases toxins that attack central nervous system. Risk factors that cause neonatal tetanus are delivery that does not meet cleanliness, namely umbilical cord care does not meet health requirements and administration of Tetanus Toxoid immunization to pregnant women is not carried out or is incomplete or not in accordance with program provisions. TT immunization is one solution to prevent tetanus neonatorum (TN). WUS who are the targets of TT immunization are women aged 15-49 years consisting of pregnant women (pregnant women) and non-pregnant women. TT immunization on WUS is given as many as 5 doses at certain intervals, starting before and or during pregnancy which is useful for lifelong immunityKeywords: tetanus, pregnancy, primigravida.
Unduhan
Diterbitkan
2019-10-30
Cara Mengutip
Taribuka, N., & Heluth, M. (2019). Penyuluhan Tentang Suntik Tetanus Toksoid Kepada Ibu Hamil Primigravida Di Pesisir Loun. Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat, 1(4), 256–260. https://doi.org/10.33992/ms.v1i4.1362
Terbitan
Bagian
Articles
Citation Check
Lisensi
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).