Penyuluhan Perdarahan Masa Nifas Pada Kader Di Posyandu Desa Kairatu
DOI:
https://doi.org/10.33992/ms.v2i4.1369Abstrak
World Health Organization (WHO) data shows that 99% of maternal deaths due to childbirth or birth problems occur in developing countries. When compared with the ratio of maternal mortality in nine developed countries and 51 Commonwealth countries, the ratio of maternal mortality in developing countries is the highest with 450 maternal deaths per 100 thousand live births. Post-partum bleeding is diagnosed when the amount of bleeding is considered to be more than normal. Clinical signs and symptoms of blood loss include weakness, sweating, and tachycardia which usually occur after the loss of 15-25% of total blood volume loss. Hemodynamic reduction only occurs in blood loss of 35% and 45%.
Keywords: Posyandu Cadres, Puerperal BleedingReferensi
Wiknjosastro, H. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2009
Kementrian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Jakarta:; 2011.
Kementrian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia, Jakarta.2014
M. Walfish, A Neuman, D. Wlody. Maternal hemorrhage. British Journal of Anaesthesia. 2009
Moedjiarto, Karakteristik Ibu yang Berhubungan dengan Perdarahan Postpartum. Jurnal Ilmiah Kesehatan.2009
Ristanto. Penanganan Perdarahan Pasca Salin. 2013. Tersedia di : http://obgin-ugm.com/wpcontent/uploads/2016/01/PenangananPerdarah-Pascasalin-di-TingkatLayanan-Primer.pdf
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).