Edukasi Kesehatan Reproduksi: Pencegahan dan Perawatan Keputihan pada Ibu-Ibu Majelis Taklim Salimah Bali
Keywords:
leukorrhea, health education, women of reproductive age, VIA screening, reproductive health, community serviceAbstract
Leukorrhea (vaginal discharge) is one of the most common gynecological complaints experienced by women of various age groups. While physiological discharge is a normal part of the female reproductive system's defense mechanism, pathological discharge may indicate underlying health issues such as infections caused by bacteria, fungi, or parasites. Lack of knowledge among women, particularly those of reproductive age, often leads to delayed detection and improper treatment. This community service activity aimed to improve knowledge, attitudes, and behaviors related to leukorrhea through direct education. The activity was conducted by the Poltekkes Kemenkes Denpasar team in collaboration with the Salimah Bali Regional Leadership (PW Salimah Bali), using lectures, interactive discussions, distribution of educational leaflets, and pre- and post-tests. The results showed a100% increase in participants' knowledge after the education session, along with positive behavioral changes toward personal hygiene and reproductive health practices. Furthermore, 32 participants expressed willingness to undergo Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) screening as a preventive measure against cervical cancer. This program demonstrates that community-based health education is effective in empowering women and promoting early preventive action. Continued collaboration and broader outreach are recommended to sustain and expand the impact of reproductive health education initiatives.
References
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman pelayanan kesehatan reproduksi di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Kementerian Kesehatan RI.
Manuaba, I. B. G. (2010). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan (2nd ed.). EGC.
Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu kebidanan. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Rizkiyani, H. (2020). Pengetahuan dan tindakan wanita usia subur dalam mencegah keputihan patologis. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(2), 87–94. https://doi.org/10.22146/jkr.56218
World Health Organization. (2019). WHO guideline on self-care interventions for health and well-being. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550550
Handayani, S., & Susilawati, S. (2020). Pengaruh Edukasi Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Wanita Usia Subur. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 23–29. https://doi.org/10.31227/jkr.v8i1.1234
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tatanan Rumah Tangga. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Mardhiah, N., & Syah, R. (2019). Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Keputihan pada Remaja Putri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(2), 134–140. https://doi.org/10.31227/jik.v10i2.432
Yuliana, D., Pratiwi, L., & Setyawan, H. (2021). Peningkatan Kesadaran Pemeriksaan IVA Melalui Edukasi Berbasis Masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 5(1), 45–52. https://doi.org/10.31227/jpmk.v5i1.215
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).