PENYULUHAN KESEHATAN KECACINGAN DAN PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN UBUD-GIANYAR
DOI:
https://doi.org/10.33992/jpms.v7i1.3801Keywords:
Worms, Hemoglobin, Elementary School ChildrenAbstract
The prevalence of Soil Transmitted Helminths (STH) in Bali in 2004 reached 58.3% -96.8% in elementary school children. The priority problem to be corrected in this community service is the lack of knowledge of elementary school children regarding worms. This method of community service provides counseling, checking hemoglobin levels, checking for worm eggs in participants' feces and strengthening small doctors from SDN 1 Ubud. In the extension activities, there was an increase in participants' insight and knowledge, as seen from the increase in the number of participants who managed to get good grades, from 9.9% (pretest) to 97.5% (posttest). When checking hemoglobin levels, the majority of community service participants, 89.6% (69 people) had normal levels (9-14 gr/dl). Meanwhile, to check for the presence of worm eggs, the majority (72 people) of the community service participants did not find worm eggs (94.7%). One of the results of strengthening Little Doctors at SDN 1 Ubud is the birth of a work program (proker) to socialize worm prevention. Â
References
Kementrian Kesehatan R.I. (2006). Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 424/MENKES/SK/VI/2006 Tentang Pedoman Pengendalian Kecacingan. Jakarta.
Fatmasari, K., Arwie, D., & Fatimah. (2019). Identifikasi Telur Cacing Nematoda Usus Menggunakan Metode Sedimentasi Pada Sampel Kuku Petani Sawah. Jurnal TLM Blood Smear, Prodi DIII Analis Kesehatan, Stikes Panrita Husada Bulukumba, Indonesia, 12– 17.
World Health Organization. (2015), “Soil-Transmitted Helminth Infectionsâ€, (Media Centre), Available: http://www.who.int/mediacentre/facts heets/fs366/en/ (Akses: 07 Januari 2016).
Ulfa Ali, R., Zulkarnaini, Z., & Affandi, D. (2016). Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Angka Kejadian Kecacingan Pada Petani Sayur di Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru (Relationship of Personal Hygiene and Environmental Sanitation with the Incidence of STH. Dinamika Lingkungan Indonesia, 3(1), 24
Junaidi. (2014). Hubungan Personal Hygiene Terhadap Kejadian Kecacingan Pada Murid SD di Wilayah Kerja Puskesmas Tapalang Kabupaten Mamuju. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis. 5 (1): 108- 114.
World Health Organization. (2011), Soil-transmitted helminths. https://www.who.int/intestinal_worms/epidemiology/en/
Kapti,I.N., et al. (2004). Pengobatan penyakit cacing usus pada anak-anak SD 1 Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung. Jurnal Udayana Mengabdi. 3(2).
Julaecha, J. (2020). Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 2(2), 109. https://doi.org/10.36565/jak.v2i2.105
Puspitasari, H. Z. G., Armini, N. K. A., Pradanie, R., & Triharini, M. (2022). Anemia prevention behavior in female adolescents and related factors based on Theory of Planned Behavior: A cross-sectional study. Jurnal Ners, 17(1), 25–30. https://doi.org/10.20473/jn.v17i1.27744
Ningsih, D. A., & Lestari, F. A. (2020). Hubungan Konsumsi Tablet Fe dengan Kadar HB pada Remaja Putri di SMPN 19 Kota Bengkulu. CHMK Midwifery Scientific Journal, 3(2), 134– 140. http://cyber-chmk.net/ojs/index.php/bidan/article/view/809/287
Soenarjo RJ. 2002. Usaha Kesehatan Sekolah. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.
Budiharjo N. 2015. Pelatihan Dokter Kecil Dalam Upaya Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa Di SDN 2 Labuapi. Ganec Swara, 9(2): 128-132.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).