Pemanfaatan Arang Aktif Kulit Singkong Dan Ampas Tebu Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) Air Sumur Gali Tahun 2025

Authors

  • Widi Sartiningsih Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Indonesia
  • Hevi Horiza Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Indonesia
  • Erpina Santi Meliana Nadeak Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33992/jkl.v15i2.4843

Keywords:

Kulit Singkong, Ampas Tebu, Air Sumur Gali, Kadar Besi (Fe)

Abstract

Latar belakang: Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam kesehatan dan kesejahteraan. Namun akses terhadap air bersih yang aman masih menjadi masalah di berbagai wilayah, termasuk di Kota Tanjungpinang. Banyak rumah tangga yang masih menggunakan sumur gali sebagai sumber udara, dengan kualitas udara yang tercemar, salah satunya oleh kandungan besi (Fe). Kondisi ini diperburuk oleh karakteristik tanah bauksit yang bersifat asam akibat reklamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kombinasi arang aktif dari kulit singkong dan ampas tebu dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur gali.

Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest , menggunakan 1 sumur gali sebagai sampel dengan kriteria berwarna kuning kecoklatan, berbaur, dan membentuk lapisan kerak kuning di sekitat sumur gali, dengan menggunakan variasi ketebalan. Data diperoleh melalui observasi secara langsung dan uji laboratorium di PT. Sucofindo (Persero) Batam, serta dijelaskan secara univariat.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilangnya bau dan rasa, namun tidak dengan warna pada sampel udara setelah diberi perlakuan. Naiknya nilai pH udara dari pH asam (6,3) menjadi pH netral (6,5-8,5) setelah diberi perlakuan, dan tidak terjadinya penurunan kadar besi (Fe) pada udara.

Simpulan : Penggunaan arang aktif kulit singkong dan ampas tebu efektif dalam menghilangkan bau dan rasa, serta menetralkan pH pada udara, namun tidak efektif dalam menghilangkan warna dan menurunkan kadar besi (Fe) pada udara. Peneliti selanjutnya bermaksud menambahkan media filtrasi untuk menghilangkan warna udara, menyesuaikan ketebalan adsorben, serta menggunakan metode aerasi dan waktu kontak pada saat perlakuan.

References

Rahman F. pslh.ugm.ac.id. 2024. Kebutuhan Air Harian Rumah Tangga, Aksesibilitas dan Kesehatan. Available from: https://pslh.ugm.ac.id/kebutuhan-air-harian-rumah-tangga-aksesibilitas-dan-kesehatan/

WHO, UNICEF. Progress On Household Drinking Water, Sanitation And Hygiene 2000-2022:Special Focus On Gender. 2022.

Zuhair W. Insan Bumu Mandiri. 2022 [cited 2025 Mar 15]. 6 Solusi Mengatasi Air Bersih di Pedalaman Indonesia. Available from: https://blog.insanbumimandiri.org/solusi-mengatasi-krisis-air-pedalaman/

Rokom. sehatnegeriku. 2022 [cited 2025 Mar 2]. Pemerintah Targetkan 2020-2024 Masyarakat Indonesia Akses Air Minum Layak 100%. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220322/5939554/pemerintah-targetkan-2020-2024-masyarakat-indonesia-akses-air-minum-layak-100/

Lovina R. Kajian Pengembangan Kawasan Di Tepian Air dan Pesisirnya. J Barenlitbang Kepul Riau. 2023;1(2):68–83.

Friady R. Geospasial Tanjungpinang. Vol. 1. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang; 2021. 1–91 p.

Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. Kemenkes Republik Indonesia. 2023.

Khoiriah N, Mutholib A. Gambaran Kadar Besi (Fe) pada Air Perumahan Industri di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu. J Med Lab Sci. 2021;1(1):1–6.

Nanda M, Purba AFH, Gultom K, Sari KS, Muthmainah N, Ramadhan F. Analisis Parameter Fisik (Kekeruhan, Bau, Rasa) dan Uji Kandungan Besi (Fe) Pada Sumur Gali dan Sumur Bor di Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. J Kesehat Tambusai. 2023;4(3).

Yazid EA, Saraswati A. Teknik Penurunan Kadar Besi (Fe) dalam Air Tanah (Literatur Review). J Sains. 2021;12(1):10–9.

Nakoe MR, Ahmad ZF, Arsad N. Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Sebagai Absorben Alami Untuk Mengurangi Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur. J Pengabdi Masy Farm Pharmacare Soc. 2024;3(2):48–53.

Sari IH, Maksuk, Amin M. Efektivitas Penambahan Ampas Tebu Sebagai Media Filtrasi Untuk Menurunkan Kadar Fe Pada Air Sumur Gali. J Sanitasi Lingkung. 2023;3(2):61–6.

Rusadi A. Penggunaan Water Treatment dengan Bioadsorben Arang Aktif Kulit Singkong untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) pada Sumur Gali Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang; 2020.

Addzikri A iqbal, Rosariawari F. Pemanfaatan Ampas Tebu Dan Kulit Pisang Kepok Sebagai Karbon Aktif Pada Proses Adsorpsi Untuk Menyisihkan Kadar Fe dan Mn. J Serambi Eng. 2025;X(1):11522–30.

Febrianti N, Mauliana V, Yorika R. Pemanfaatan Kulit Singkong sebagai Adsorben dalam Menurunkan Kadar BOD, COD di Air Waduk Manggar Kota Balikpapan. J Tek Lingkung. 2023;8(2):101–7.

SNI 8995:2021 Metode Pengambilan Contoh Uji Air untuk Pengujian Fisika dan Kimia. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional; 2021.

Sumakul HW, Susilawaty A, Habibi. efektivitas penurunan kadar besi (Fe) dan kekeruhan pada air tanah dengan penambahan media kulit ubi kayu (manihot esculenta crantz). Hig J Kesehat Lingkung. 2020;6(1):8–14.

Junika H. Pemanfaatan Karbon Aktif Ampas Tebu dengan Aktivasi Fisika dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) pada Air Sumur Gali di Perumahan Bukit Galang Permai Kelurahan Air Raja Tanjungpinang Timur Tahun 2021. Peltekkes Kemenkes Tanjungpinang; 2021.

Kurniasih A, Pratiwi DA, Amin M. Pemanfaatan Ampas Tebu Sebagai Arang Aktif dengan Aktivator Larutan Belimbing Wuluh ( Averrhoa bilimbi L . ). J Kesehat Lingkung Ruwa Jurai. 2020;14(2):56–63.

Sappewali, Muke CM, Armus R, Aminah S. Pengaruh Variasi Ketebalan Media Filtrasi Terhadap Penurunan Kadar Besi (Fe) Air Sumur Gali. J Ilmu Alam dan Lingkung. 2024;15(2):33–42.

Alomar T, Qiblawey H, Almomani F, Al-Raoush RI, Han DS, Ahmad NM. Recent Advances On Humic Acid Removal From Wastewater Using Adsorption Process. J Water Process Eng. 2023;1–21.

Monarita A, Sylvia N, Nasrul, Ibrahim I, Dewi R. Optimasi Proses Pembuatan Karbon Aktif dari Kulit Singkong Menggunakan Aktivator ZnCl2. J Teknol Kim Unimal. 2022;11(1):66–75.

Mirlohi S. Characterization of Metallic Off-Flavors in Drinking Water: Health, Consumption, and Sensory Perception. Int J Env Res Public Heal. 2022;19(24).

Fauzan A, Setyoko S, Saputra AS. Variasi Ketebalan Media Filter Arang Aktif Tongkong Jagung Terhadap Penurunan Kadar Besi (Fe) Air Bersih di PT.XYZ. J Kesehat Siliwangi. 2021;(2):447–53.

Kayiwa R, Kasedde H, Lubwama M, Kirabira J. Mesoporous activated carbon yielded from pre-leached cassava peels. Bioresour Bioprocess. 2021;8(1).

Indriyani TT. PDAM Info. 2024. Kenali 3 Metode Penjernihan Air dengan Kadar Zat Besi Tinggi. Available from: https://pdaminfo.pdampintar.id/blog/berita/kenali-3-metode-penjernihan-air-dengan-kadar-zat-besi-tinggi#google_vignette

Hardianti D. Pemanfaatan Arang Ampas Tebu (Saccharum officinarum) Sebagai Adsorben Untuk Meningkatkan Air Sumur Di Desa Wadek. Universitas MuhammadiyahMataram; 2023.

Togibasa O, Mumfaijah M, Allo YK, Dahlan K, Ansanay YO. The Effect of Chemical Activating Agent on the Properties of Activated Carbon from Sago Waste. Appl Sci. 2021;11.

Asmawati I, Nuryani DD, Aryastuti N, Yunita D. Efektivitas Metode Aerasi dalam Menurunkan Kadar Besi Pada Air Tanah di Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Tahun 2021. Indones J Heal Med. 2022;2(2):223–33.

Damayanti KI, Hermawan R. Sintesis Arang Aktif Dari Kulit Singkong Sebagai Adsorben Ion Fe. J Chemtech Tek Kim Univ Serang Raya. 2021;7(1).

Published

2025-12-11

Issue

Section

Artikel

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.