GAMBARAN OHI-S SERTA PERILAKU MENYIKAT GIGI PADA PELAKU WISATA DI OBYEK WISATA TANAH LOT KABUPATEN TABANAN TAHUN 2016

I G Ayuni Dwi Yanthi, Sagung Agung Putri Dwiastuti

Abstract


Tourism has very multidimentional properties, not only related to economi, environmental and other dimensions, but also related to health problems. Health behavior consist of covered behavior as knowledge and attitudes towards health and behavior of the open form of action or practice of health. The aim of this study is to describe the OHI-S and toothbrusing behavior of tourism object in Tanah Lot Tourism object in June 2016. The kind of this study is descriptive method with survey program and direct examination to tourism object. Based on the result of research on tourism subject in Tanah Lot tourism object, the percentage of dental and oral hygiene with bad category most that (57,3%) medium (42,7%) and no respondent has OHI-S with good criteria. The average level of oral and dental hygiene is 3,34 tourism subject including for bad criteria. The percentage of brusing behaviour shows thar from 68 respondent who have toothbrusing behaviour with the highest criteria of guidance needed of 61 respondents (89,7%) sufficient criteria 6 respondents (8,8%) and least good criteria only 1 respondent (1,5%).


Keywords


OHI-S, toothbrusing behavior, tourism subject

Full Text:

Untitled

References


Damanik, Janianton. (2006). Perencanaan Ekowisata dari Teori ke Aplikasi. Yogyakarta: PUSPAR UGM Dan Andi.

Depkes. RI. 1995. Survei Dasar Kesehatan Gigi dan Mulut. Direktorat Kesehatan Gigi dan Mulut: Jakarta. t.p.

______. 2004. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta: t.p.

______. 2009. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. t.p.

Herijulianti, E., Indriani T.S., dan Artini S., 2001. Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta: EGC.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan .2013. Model Penelitian Hasil Belajar Peserta Didik Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. Direktorat Pembinaan SMA.

Murphy, E.M. 2004. Promoting Healthy Behavior. Population Refrences Bureau: Health Buletin.

Notoatmodjo, S. 2002. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

¬¬¬¬¬¬______, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta

¬¬______, S. 2012. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pendit, N. S. (2006). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradaya Paramita

Putri, M.H., Eliza H., dan Neneng N., 2010, Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi, Jakarta:EGC.

Ramadhan, N. 2012. Makalah Menggosok Gigi. (online), Available: http://www.scribd.com/doc/78236106/makalah -menggosok-gigi, (3 Maret 2016).

Ridwan., dan Akdon. 2009. Rumus dan Data dalam Analisis Statistik, Bandung: Alfabeta

Riskesdas, 2013. Pokok-Pokok Hasil RISKESDAS Provinsi Bali.. t.p.

Rizkyriris, 2011. Pariwisata dan Kesehatan. sehttp://rizkyriris.blog.fisip.uns.ac.id/2011/12/27/pariwisata-dan-kesehatan. (di unduh 3 Maret 2016).

Sariningsih, E. 2012. “Merawat Gigi Anak Sejak Dini”. Jakarta: PT ELEX Media Komputindo.

Soebroto, I. 2009. Apa Yang Tidak Dikatakan Dokter Tentang Gigi Anda. Yogyakarta: Bookmarks

Sriyono. 2005. Menyikat Gigi. Tersedia dalam http:/thesis.umy.ac.id/ data

publik/t23294.pdf. diakses tanggal 10 Juni 2016

Suwelo. I. S. 1992. Karies Gigi Pada Anak dengan Berbagai Faktor Etiologi. Jakarta: EGC.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.