Pelatihan Dan Pemberdayaan Ibu-Ibu Pkk Untuk Pencegahan Stunting Di Desa Sekardadi Kabupaten Bangli Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.33992/jpms.v7i2.3976Keywords:
Stunting, training, empowerment, PKK WomanAbstract
Short toddlers (stunting) is a chronic nutritional problem caused by a lack of nutritional intake over a long period of time which results in factors that provide food that does not meet the nutritional needs of children. The occurrence of stunting in toddlers is caused by various factors. The direct cause is a lack of food intake and the presence of infectious diseases. Other causes are lack of maternal knowledge, wrong parenting patterns and poor hygiene and sanitation. The objectives of the Sustainable Regional Development Program are to: Increase knowledge about nutrition, especially nutrition for pregnant women to prevent stunting and Improve skills in making nutritious food using local ingredients available in the area.
The results of this community service were that the percentage of PKK women's knowledge level before education had the most adequate criteria 48 people (90.57%). After education, the most are in good criteria 45 people (84.90%). The average knowledge score of PKK mothers before being given education was 66, including sufficient criteria. After education, the average score increased to 77.3, including good criteria. There was an increase in knowledge and skills after training. So that the knowledge and skills gained during the training can be applied in everyday life. Tempe Labu Siam Nugget and Lato Dimsum, can be made in various ways such as making crispy nuggets so that children don't get bored
References
Murti, F. C., Suryati, S. dan Oktavianto, E. (2020) “Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr)Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun Di Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul,†Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 16(2), hal. 52. doi: 10.26753/jikk.v16i2.419.
Kementrian Kesehatan (2018) “Situasi Stunting di Indonesia,†Jendela data dan informasi kesehatan, 208(5), hal. 1–34.
Notoatmodjo,S. 2014. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Dirjennakes.2022. JUKNIS PENYELENGGARAAN PELATIHAN TERAKREDITASI BERNILAI SKP. Jakarta : Dirjennakes
Kementerian Kesehatan RI.2011.Kurikulum dan Modul Pelatihan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan.Kementerian Kesehatan RI : Jakarta
Susanti,S. Apriasih,H. Danefi,T. 2020. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Kader Posyandu Remaja Uswatun Hasanah Desa Cikunir. LPPM-Univ
Kurnia, R. (2019). Pedoman Umum PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga). Bee Media Pustaka.
Chandra, B.R., Darwis, R.S., Humaedi, S. 2021. Peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam Pencegahan Stunting.Jakarta : Universitas Padjajaran.Vol 4 No 2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).