HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DENGAN KEBERADAAN TELUR CACING PADA TINJA SISWA DI SDN 1 SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR

Anak Agung Ary Dwiutami, Ni Ketut Rusminingsih, I Ketut Aryana

Abstract


Bali province is one of provinces in Indonesia whose community especially children aged 5-12 years who still have intestinal worms infection with varying prevalence. This research is done in order to know the relationship of parents' motivation with the existence of worm eggs in the stools of students at SDN 1 Sukawati. This research is an analytical survey with cross sectional study design. The number of samples from this study are 67 respondents and 67 samples of stool students. Statistical test analysis in this study using Chi Square analysis method (X2). Characteristics of respondents obtained the dominant of age parents and students are between 38-43 years (52%) and students between 9-11 years (48%). The dominant of parents' education and the sex of the students are senior high school (47%) and female (52%). The relationship of parents' motivation with the existence of worm eggs in the stools of students is undefined because the existence of worm eggs in stool students is constant or all (100%) of samples stool are negative worm eggs. Various factors other than motivation can influence it. Nevertheless, parents should still motivate students to prevent intestinal worms because the disease can be infected at any time.

Keywords


Keywords: worms infection, parents' motivation, elementary school students

Full Text:

PDF

References


Irianto K. Parasitologi (Berbagai Penyakit yang Mempengaruhi Kesehatan Manusia). Bandung: CV.YRAMA WIDYA; 2009.

Ningtyas WR. Pengaruh Motivasi Orangtua terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 01 Malangjiwan Tahun Pelajaran 2014/2015. Surakarta; 2015.

P2PL DJ. Pedoman Pengendalian Kecacingan. Jakarta: TP; 2012.

Umar Z. Perilaku Cuci Tangan Sebelum Makan dan Kecacingan pada Murid SD di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Sumatera Barat. J Kesehat Masy Nas. 2008;Vol. 2, No.

Fitri, J., Saam, Z., & Hamidy MY. Analisis Faktor-Faktor Risiko Infeksi Kecacingan Murid Sekolah Dasar di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2012. Tapanuli: Jurnal Ilmu Lingkungan. J Ilmu Lingkung. 2012;146–61.

Ghassani A. Hubungan Infeksi Cacing Usus STH dengan Kebiasan Bermain Tanah pada SDN 09 Pagi Paseban Tahun 2010. Jakarta; 2011.

Ali, R. U., Zulkarnaini, & Affandi D. Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Angka Kejadian Kecacingan (Soil Transmitted Helminth) pada Petani Sayur di Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Kota Pekanbaru. Pekanbaru: Dinamika Lingkungan Indonesia,. Kesehat lingkun. 2016;Vol.3 No.1:24–32.

Sayono. Infeksi Cacing Usus yang Ditularkan melalui Tanah pada Anak Sekolah Dasar di Perkotaan dan Pedesaan di Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran I. Ungaran. J UNIMUS. 2003;1.

Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Irianto K. Ilmu Kesehatan Anak. Bandung: Alfabeta; 2014.

Ernanto. Pengaruh Motivasi Orang Tua Terhadap Minat Baca Anak di SD Negeri Wiyoro Bantul. Yogyakarta: Skripsi Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta; 2014.

Setiawan. Peran Orang Tua dalam Memotivasi Anak Mencuci Tangan dengan Benar dan Memakai Sabun pada Anak Usia Pra Sekolah di TK Aisyiyah Blimbing. Surakarta; 2014.

Putra. GAMBARAN KEBIASAAN JAJAN SISWA DI SEKOLAH (Studi di Sekolah Dasar Hj. Isriati Semarang). Semarang; 2009.

Nahuda P. et. al. Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Lingkungan Pendidikan. Jakarta: Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Prov. DKI Jakarta; 2007.




DOI: https://doi.org/10.33992/jkl.v8i2.356