ANEMIA PADA KEHAMILAN DENGAN TINGKAT ASFIKSIA NEONATORUM PADA IBU BERSALIN

Dian Aprilia, Dewa Ayu Surinati, Suratiah *

Abstract


Abstract: Anemia In Pregnancy With Neonatal Asphyxia Levels In Mothers Giving Birth. This study aims to determine the relationship between anemia in pregnancy with neonatal asphyxia levels in mothers giving birth at Wangaya Hospital. This type of research is non-experimental with a correlational research design with aapproach retrospective using a purposive sampling technique. The number of samples is 108 people. The results of the study used thetest Spearman rank and obtained a value of p = 0,000 p value <α (0.05). This means that there is an association of anemia in pregnancies with neonatal asphyxia levels in maternity in Wangaya Hospital in 2019, the r value of 0.705 shows a strong correlation between the variables of anemia in pregnancy with neonatal asphyxia in maternity. The correlation coefficient value is positive, indicating the more mild anemia in pregnancy, the lighter the level of neonatal asphyxia in maternity in Wangaya Hospital in 2019.

Key words: Anemia In Pregnancy, Neonatal Asphyxia, Mothers Giving Birth.

Abstrak: Anemia Pada Kehamilan Dengan Tingkat Asfiksia Neonatorum Pada Ibu Bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia pada kehamilan dengan tingkat asfiksia neonatorum pada ibu bersalin di RSUD Wangaya. Jenis penelitian non-eksperimen dengan rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 108 orang. Hasil penelitian menggunakan uji rank spearman dan diperoleh nilai p = 0,000 nilai p < α (0,05). Hal ini berarti ada hubungan anemia pada kehamilan dengan tingkat asfiksia neonatorum pada ibu bersalin di RSUD Wangaya tahun 2019, nilai r yaitu 0,705 menunjukkan korelasi yang kuat antara variabel anemia pada kehamilan dengan tingkat asfiksia neonatorum pada ibu bersalin. Nilai koefisien korelasi bertanda positif, menunjukkan semakin ringan anemia pada kehamilan maka semakin ringan tingkat asfiksia neonatorum pada ibu bersalin di RSUD Wangaya tahun 2019.

Kata kunci: anemia kehamilan, asfiksia neonatorum, ibu bersalin


Keywords


anemia kehamilan, asfiksia neonatorum, ibu bersalin

Full Text:

PDF

References


Amiruddin. (2007). Anemia Defisiensi Zat Besi pada Ibu Hamil di Indonesia. UNHAS. Retrieved from https://www.scribd.com/upload-document

Ananya, M. (2012). News Medical Life Sciences (pp. 1–9). Jakarta.

Bakta, I.M., & Dkk. (2009). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi V. Jakarta: Internal Publishing.

Bothamley, & Maureen. (2013). Patofisiologi Dalam Kebidanan. Jakarta: EGC.

Darmawan, I. (2007). Tinjauan Teori Pendahuluan, 4(1), 15–22.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2016). Profil Kesehatan Bali Tahun 2016, 282.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2017). Masalah dan prioritas program kesehatan prov. bali.

Dinkes Provinsi Bali. (2016). Profil Kesehatan BaliDinkes, Prov, & Bali. (2015). Profil Kesehatan Bali. Retrieved from file:///C:/SEMESTER 5/TBC/17_Bali_2015.pdf

Dinkes Provinsi Bali. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Bali. Bali.

Egayosi, A. (2017). Kejadiam Asfiksia Neonatorum Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Tahun 2016.

FKM-UI. (2009). Materi Kuliah Gizi Kesehatan Masyarakat. Depok.

Herlina. (2013). Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. Majalah Pengembangan Dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Hidayat, A. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

Ilyas. (2012). Asuhan Keperawatan Perinatal. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Kemenkes RI. (2015). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mahmudah, R. (2007). Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum, 35–43. https://doi.org/10.2307/3247051

Manoe, M. (2010). Anemia Dalam Kehamilan, Residen Divisi Fetomaternal Bagian Obstetri dan Ginekologi. Makasar: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Mansjoer, A. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Muskuluskeletal. Jakarta: EGC.

Manuaba. (2004). Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: EGC.

Manuaba, I. B. G., & Dkk. (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta: EGC.

Mochtar, R. (2013). Sinopsis Obstetri. Edisi 3. Jilid 1.Jurnal Ilmiah Bidan (Vol. 2). Jakarta: Buku Kedokteran EGC. https://doi.org/2339-1731

Murata, Y., Yamamoto, K., Yamaguchi, Y., Morishita, H., & Introduction, I. (2010). The expression method of the spacecraft operations procedure, (April). https://doi.org/10.1017/S1368980008002401

Nursalam. (2017). Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Patimah, S., Hadju, V., Bahar, B., & Abdullah, Z. (2011). POLA KONSUMSI DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN, 15(1), 31–36.

Pharmaceutical, I., Group, M., Milenium, T. P., Goals, M. D., Yayasan, B., Buana, K., … Ykb, K. (2010). Cegah Anemia Bersama Posyandu Turunkan Prevalensi Anemia di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Retrieved from http://www.ipmg-online.com/download.php?filedl=fileA19620091015090032.doc

Prawirohardjo, S. (2014). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Proverawati. (2009). Buku Ajar Gizi untuk Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Retikawati, P. (2017). Hubungan Persalinan Prematur dengan Tingkat Asfiksia Neonatorum di RSUD Wangaya Denpasar Tahun 2017.

Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar Kementerian RI. Proceedings, Annual Meeting - Air Pollution Control Association, 6. https://doi.org/1 Desember 2013

Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riskesdas Tentang Prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia 2018. https://doi.org/1 Desember 2013

Rukiyah. (2010). Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Trans Info Medika.

Saifuddin, B. (2006). Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Setiadi. (2013). Konsep dan Praktik Penulisan Riset Keperawatan Ed. 2. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sukarni, I. (2013). Kehamilan, Persalinan, dan Nifas. Yogyakarta: Nuha Medika.

Susiloningtyas, I. (2012). Pemberian Zat Besi (Fe) Dalam Kehamilan. Suhardjo, 2003, 50, 128.

Wahyuni, S., & Zulfa, A. (2011). Hubungan kadar Hemoglobin dengan nilai Apgar bayi baru lahir di RSUD Sukoharjo. Jurnal Involusi Kebidanan, 1(2), 20–29.

Wasis. (2008). Pedoman Riset Praktis untuk Profesi Perawat. Jakarta: EGC.

WHO. (2015). Child Health.

Widiani, N. N. A., Kurniati, D. P. Y., Windiani, I. G. A. T., Widiani, N. N. A., Kurniati, D. P. Y., & Windiani, I. G. A. T. (2016). Faktor Risiko Ibu dan Bayi Terhadap Kejadian Asfiksia Neonatorum di Bali : Penelitian Case Control Maternal and Infant Risk Factors on The Incidence of Neonatal Asphyxia in Bali : Case Control Study Pendahuluan Kematian bayi dan balita sebagian besar Meto. Public Health and Preventive Medicine Archive, 4(2), 120–126. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/164613-ID-none.pdf

Wiknjosastro. (2010). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka.





Creative Commons License

Jurnal Gema Keperawatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.