SPA KAKI DENGAN BANTUAN KAYU REFLEKSI TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA DIABETESI

I Made Sukarja, I Wayan Sukawana

Abstract


Abstract: Foot Spa with the Help of Wood Reflections on Oxygen Saturation in People with Diabetes. Chronic hyperglycolia in people with diabetes results in changes in intra-cell biochemical homeostasis so that the selendothel and nerves are disturbed. Disorders of blood vessels and nerves result in decreased blood supply to the legs. Decreased blood supply to the legs is characterized by a decrease in the value of oxygen saturation. Efforts are needed to improve oxygen saturation in people with diabetes to prevent diabetic foot disease. The purpose of this study was to determine the effect of Foot SPA with the help of wood reflection on oxygen saturation in people with diabetes in South Denpasar. The study was conducted with a quasi-experimental method, pre-test post test with control group design. The study used 2 (two) groups, group I was given treatment in the form of Foot SPA with the help of wood reflection every 2 days 15-30 minutes for 6 weeks, group II (control group) were given foot exercises every 2 days 15-30 minutes for 6 weeks. Saturation data were collected with digital oximetry at the beginning of the study and one day after the treatment period ended. Data were analyzed by paired and unpaired different tests. The results of the statistical independent test of the t test that have been done show that the value of p value is 0,000 (p value <0.05). This shows that there is a significant difference in oxygen saturation of the legs in the diabetics between the treatment groups that are given SPA reflective wooden foot SPA with a control group that is only given diabetic foot exercises. This can also be seen from the difference in the average oxygen saturation of the feet with diabetes in the treatment group by 4.52% and the control group by 0.28%. The results of the analysis showed that the administration of reflex wooden aids on foot was more effective in increasing oxygen saturation of the feet compared to only foot exercises in the control group.

Key words: Foot Spa with the help of wood reflection, oxygen saturation

 

Abstrak: Spa Kaki dengan Bantuan Kayu Refleksi Terhadap Saturasi Oksigen pada Diabetisi. Hiperglisolia kronik pada diabetisi mengakibatkan perubahan homeostasis biokimiawi intra sel sehingga selendotel  dan saraf terganggu. Gangguan sel pembuluh darah dan saraf mengakibatkan suplai darah ke kaki menurun. Penurunan suplai darah ke kaki di tandai dengan penurunan nilai saturasi oksigen. Diperlukan upaya memperbaiki saturasi oksigen pada diabetisi untuk mencegah penyakit kaki diabetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh SPA Kaki dengan bantuan kayu refleksi terhadap saturasi oksigen pada diabetisi di Denpasar Selatan. Penelitian dilaksanakan dengan metode quasieksperimen, pre test post test with control group design. Penelitian menggunakan 2 (dua)  kelompok, kelompok I diberikan perlakuan berupa SPA Kaki dengan bantuan kayu refleksi setiap 2 hari 15 – 30 menit selama 6 minggu, kelompok II (kelompok kontrol) diberikan senam kaki tiap 2 hari 15 – 30 menit selama 6 minggu. Data Saturasi  dikumpulkan dengan oksimetri  digital pada awal penelitian dan satu hari setelah periode perlakuan berakhir. Data dianalisis dengan uji beda berpasangan dan tidak berpasangan. Hasil uji statistic independent sample t test yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 (p value <0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna saturasi oksigen kaki pada diabetisi antara kelompok perlakuakn yang diberikan SPA kaki berbantu kayu refleksi dengan kelompok kontrol yang hanya diberikan senam kaki diabetic. Hal ini juga dapat dilihat dari adanya perbedaan rerata saturasi oksigen kaki diabetisi pada kelompok perlakuan sebesar 4,52% dan kelompok kontrol sebesar 0,28%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pemberian SPA kaki berbantu kayu refleksi lebih efektif meningkatkan saturasi oksigen kaki dibandingkan dengan hanya senam kaki pada kelompok kontrol.

 

Kata kunci: Spa Kaki dengan bantuan kayu refleksi, saturasi oksigen


Full Text:

PDF

References


Antono, D. (2015). Peran Intervensi Perifer pada Kasus Kaki Diabetik. Medistra Hospital. Retrieved from http://www.medistra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=175

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2015). Bahan Ajar Kursus dan Pelatihan Pengobatan Pijat Refleksi Level II: Ilmu Pijat Pengobatan Refleksi Relaksasi (I). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hasona, N., & Elasbali, A. (2016). Evaluation of Electrolytes Imbalance and Dyslipidemia in Diabetic Patients. Medical Sciences, 4(2), 7. https://doi.org/10.3390/medsci4020007

Hastuti, R. T. (2008). Faktor-faktor Risiko Ulkus Diabetika Pada Penderita Diabetes Mellitus (Studi Kasus di RSUD Dr. Moewardi Surakarta). Tesis. Universitas Diponegoro Semarang.

Hopkins, R. B., Burke, N., Harlock, J., Jegathisawaran, J., & Goeree, R. (2015). Economic burden of illness associated with diabetic foot ulcers in Canada. BMC Health Services Research, 15(1), 13. https://doi.org/10.1186/s12913-015-0687-5

Kalangi, S. J. R. (2014). Perubahan otot rangka pada olahraga. Jurnal Biomedik (JBM), 6(3), 172–178. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index. php/biomedik

Manaf, A. (2014). Insulin: Mekanisme Sekresi dan Aspek Metabolisme. In S. Setiati, I. Alwi, A. W. Sudoyo, M. Simadibrata K, B. Setyohadi, & A. F. Syam (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (VI, pp. 2350–2354). Jakarta.

Pang, X.-H., Han, J., Ye, W.-L., Sun, X., Ding, Y., Huang, W.-J., … Shan, P.-F. (2017). Lower Extremity Peripheral Arterial Disease Is an Independent Predictor of Coronary Heart Disease and Stroke Risks in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus in China. International Journal of Endocrinology, 1–6. https://doi.org/10.1155/2017/9620513

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2013). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit (VI). Jakarta: EGC.

Purnamasari, D. (2014). Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus. In S. Setiati, I. Alwi, A. W. Sudoyo, M. Simadibrata K, B. Setyohadi, & A. F. Syam (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (VI, pp. 2323–2327). Jakarta: InternaPublishing.

Sihab, A. (2014). Komplikasi Kronik DM Penyakit Jantung Koroner. In S. Setiati, I. Alwi, A. W. Sudoyo, M. Simadibrata K, B. Setyohadi, & A. F. Syam (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (VI, pp. 2414–2419). Jakarta: InternaPublishing.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth (8th ed.). Jakarta: EGC.

Soegondo, S. (2014). Farmakoterafi pada Pengendalian Glikemia Diabetes Melitus Tipe 2. In S. Setiati, I. Alwi, A. W. Sudoyo, M. Simadibrata K, B. Setyohadi, & A. F. Syam (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (VI, pp. 2328–2335). Jakarta: InternaPublishing.

Soelistijo, S. A., Novida, H., Rudijanto, A., Soewondo, P., Suastika, K., Manaf, A., … Zufry, H. (2015). Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2015. Perkeni. PB Perkeni. https://doi.org/ 10.1017/CBO9781107415324.004

Sowewondo, P. (2013). Pemantauan Kendali Diabetes Melitus. In Soegondo (Ed.), Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu (II, pp. 151–162). Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Subekti, I. (2014). Neuropati Diabetik. In S. Setiati, I. Alwi, A. W. Sudoyo, M. Simadibrata K, B. Setyohadi, & A. F. Syam (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (VI, pp. 2395–2399). Jakarta: InternaPublishing.

Suyono, S. (2014). Diabetes Melitus di Indonesia. In S. Setiati, I. Alwi, A. W. Sudoyo, M. Simadibrata K, B. Setyohadi, & A. F. Syam (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (VI, pp. 2315–2322). Jakarta: InternaPublishing.

Wahyuni, A., & Arisfa, N. (2016a). Senam Kaki Diabetik Efektif Meningkatkan Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus Tipe 2, 9(2), 155–164. https://doi.org/10.22216/jit.2016.v10i2.440

Wahyuni, A., & Arisfa, N. (2016b). Senam Kaki Diabetik Efektif Meningkatkan Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. IPTEK Terapan, 9(2). https://doi.org/10.22216/jit.2016.v10i2.440

Wahyuni, T. D. (2012). Ankle Brachial IndeX (ABI) Sesudah Senam Kaki Diabetes Pada Penderita Diabetes Melittus Tipe 2. Jurnal Keperawatan, 4(2), 143–151. Retrieved from http://content.wkhealth.com/linkback/openurl? sid=WKPTLP:landingpage&an=00152192-201203001-00006

Waspadji, S. (2014a). Kaki Diabetes. In Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (VI, pp. 2367–2374). Jakarta: Setiati, Siti Alwi, Idrus Sudoyo, Aru W Simadibrata K, Marcellus Setyohadi, Bambang Syam, Ari Fahrial.

Waspadji, S. (2014b). Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme Terjadinya, Diagnosis, dan Strategi Pengelolaan. In S. Setiati, I. Alwi, A. W. Sudoyo, M. Simadibrata K, B. Setyohadi, & A. F. Syam (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (VI, pp. 2359–2366). Jakarta: InternaPublishing.

Widyastuti. (2008). Terapi komplementer dalam keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(1), 53–57.

Widyawati, I. Y. (2010). Universitas indonesia. Program Pasca Sarjana UI.

Yunir, E., & Soebardi, S. (2010). Terafi Non Farmakologis Pada Diabetes Melitus. In A. W. Sudoyo (Ed.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (V, pp. 1891–1895). Jakarta: InternaPublishing.

Yuwono, P., Khoiriyati, A., & Sari, N. K. (2015). Pengaruh Terapi Pijat Refleksi Kaki Terhadap Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Motorik, 10(20), 53–64.





Creative Commons License

Jurnal Gema Keperawatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.